Rabu, 12 Agustus 20

Indonesia Bangga, 6 Perusahaannya Masuk Daftar Terbesar di Dunia Versi Forbes

Indonesia Bangga, 6 Perusahaannya Masuk Daftar Terbesar di Dunia Versi Forbes
* Ilustrasi 6 perusahaan Indonesia yang masuk daftar terbesar versi Majalah Forbes. (Foto: Katadata)

Jakarta, Obsessionnews.com – Majalah Forbes merilis daftar Global 2000 yang berisi daftar perusahaan publik global terbesar pada tahun 2019. Yang membanggakan ada 6 (enam) perusahaan Indonesia, termasuk tiga bank BUMN, berhasil masuk dalam daftar tersebut.

Melansir data Forbes, Rabu (19/6/2019), menyebutkan bahwa dalam daftar berjudul Perusahaan Publik Terbesar di Dunia pada 2019 itu mendasarkan kriteria perusahaan pada empat aspek: penjualan atau pendapatan, keuntungan, aset, dan nilai pasar. Perusahaan publik dari 61 negara masuk ke daftar ini.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pencapaian tersebut tak lepas dari kinerja BUMN yang semakin kuat dan kokoh. Ia juga menyebut keuntungan BUMN terus meningkat setiap tahunnya. Sejak ditunjuk sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp 143 triliun dan pada 2018 untungnya di atas Rp 200 triliun.

“Saya sangat bangga dengan masuknya empat perusahaan BUMN ke dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia versi majalah Forbes. Peringkat Forbes ini menunjukkan bahwa BUMN Indonesia memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno.

Berikut enam perusahaanasal Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut

(Asumsi kurs USD 1 = Rp 14.256) :

1.  BRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menempati posisi 363. Bank terbesar di Indonesia ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar (market cap) sebesar US$38,8 miliar. Sementara nilai pendapatan mencapai US$9,4 miliar, laba sebesar US$23 miliar, dan aset US$90,2 miliar.

BRI merupakan bank yang bergerak di segmen mikro, ritel sampai korporat. Saat ini BRI dipimpin oleh Suprajarto dan memiliki anak usaha bank syariah, agribisnis, remitansi, asuransi sampai multifinance. BRI didirikan oleh Aria Wiriatmaja pada 16 Desember 1895.

2. Bank Mandiri

Kemudian Bank Mandiri berada di posisi 481. Bank Mandiri dalam daftar tersebut mencatatkan pendapatan US$ 8 miliar, dengan perolehan laba US$ 1,8 miliar dan aset mencapai US$ 83,6 miliar. Sedangkan nilai kapitalisasi pasarnya sebesar US$ 25,9 miliar.

Bank yang didirikan pada 1998 ini memiliki karyawan sebanyak 39.809 orang. Kini Bank Mandiri dipimpin oleh Kartika Wirjoatmodjo dan fokus melayani di layanan korporat, komersial bisnis, mikro ritel, konsumer, treasury, institusi keuangan dan special assets.

3. BCA

Berikut ada bank swasta, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang menduduki posisi ke 553. BCA kini memiliki kapitalisasi pasar US$ 49,4 miliar. Bank yang didirikan pada 1955 ini dipimpin oleh Jahja Setiaatmadja dan memiliki 27.561 orang karyawan. BCA fokus bergerak pada komersial dan layanan keuangan umum.

4. Telkom Indonesia

Selain bank ada perusahaan telekomunikasi yakni PT Telkom Indonesia yang memiliki kapitalisasi pasar US$ 27,2 miliar. Telkom menempati posisi 747. Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Pendapatan perusahaan mencapai US$ 9,4 miliar dengan perolehan laba US$ 1,3 miliar dan aset US$ 13,8 miliar. Telkom didirikan pada 1884 kini memiliki karyawan 24.065 orang.

5. BNI

Selanjutnya, BNI yang berada pada posisi 835. BNI menjadi bank BUMN ketiga yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia. Pendapatan bank ini tercatat US$ 4,9 miliar, dengan raihan laba US$ 1,1 miliar, dan aset US$ 56,2 miliar. BNI kini memiliki kapitalisasi pasar US$ 13,1 miliar dengan jumlah karyawan 27.224 orang. Bank yang didirikan pada 1946 ini sekarang dipimpin oleh Achmad Baiquni.

6. Gudang Garam

Setelah perusahaan keuangan dan telekomunikasi, ada perusahaan rokok yakni Gudang Garam yang menduduki urutan ke 1448 dengan kapitalisasi pasar US$ 10,8 miliar. Perusahaan yang didirikan pada 1971 ini memiliki jumlah karyawan 33.575 orang.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.