Rabu, 8 Desember 21

Indonesia Angkat Isu Terorisme dalam Penutupan G-20

Indonesia Angkat Isu Terorisme dalam Penutupan G-20

Hangzhou, Obsessionnews.com – Dalam sesi terakhir KTT G-20 2016 Indonesia menyuarakan pendekatan dalam menangani terorisme yang disebut Presiden Jokowi sebagai salah satu faktor penentu ekonomi dunia. Presiden Jokowi menyebut, serangan teror yang terjadi di berbagai belahan dunia tak dapat dibiarkan begitu saja.

“Belakangan ini saya terus mengamati peningkatan serangan teror yang terjadi di negara anggota G-20: Prancis, Turki, dan Indonesia. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Presiden Jokowi di Hangzhou, Tiongkok, Senin (5/9/2016).

Di hadapan sejumlah pemimpin negara, Presiden Jokowi mempertanyakan apakah penggunaan kekuatan militer cukup ampuh dalam memerangi terorisme. Sebab, menurutnya, cara terbaik untuk menangani terorisme ialah dengan mengedepankan apa yang disebutnya sebagai ‘smart approach’.

“Menyeimbangkan baik soft power dan pendekatan hard power,” jelas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menerangkan bahwa penanganan terhadap terorisme membutuhkan kemampuan untuk menemukan akar permasalahan tersebut. Setidaknya, tiga kesenjangan disebut Presiden sebagai latar belakang sebuah aksi terorisme.

“Kemiskinan, ketimpangan, dan marginalisasi,” sebutnya.

Namun demikian, Presiden Jokowi mengakui bahwa penyebaran teror dan ekstremisme dewasa ini sangatlah mengkhawatirkan. Maka itu, ia mengajak kerja sama dunia internasional guna menangani kasus-kasus tersebut. Misalnya melalui pertukaran informasi intelijen dan menghapuskan sumber pendanaan terorisme.

“Saya ingin menekankan bahwa terorisme tidak ada korelasinya sama sekali dengan agama manapun,” tandasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.