Senin, 22 April 19

Indo Star Trek, Wadah Trekker Indonesia

Indo Star Trek, Wadah Trekker Indonesia

Anda termasuk generasi 80-an atau 90-an ?Ingat film seri “Star Trek : The Next Generation” dengan bintang-bintangnya seperti Captain Picard, Kirk, atau Spock yang diputar di salah satu stasiun televisi swasta? Film seri yang fenomenal ini berhasil menyihir penontonnya menjadi penggemar fanatiknya. Nyaris di seluruh dunia mempunyai komunitas penggemar Star Trek, tak terkecuali di Indonesia, salah satunya adalah “Indonesia Star Trek Community” atau yang dikenal dengan Indo Star Trek.

Indo-Star Trek dimotori oleh Ismanto Hadi yang akrab disapa commandor Manto, Erianto Rachman, Bowo Trahutomo, Syaiful Bahri dan Akhmad Hersapto. Dibidani sebagai wadah bagi pecinta Star Trek di Indonesia untuk berdiskusi dan berbagi informasi tentang Star Trek.

Bagi mereka, film Star Trek bukan fiksi khayalan, tetapi fiksi yang bisa dibuktikan oleh berbagai disiplin ilmu. Mulai dari matematika, fisika, bumi antariksa, maupun teori kuantum. Kendati begitu, Star Trek juga mengisahkan persoalan-persoalan seputar roman, percintaan, dan persoalan-persoalan manusia lainnya.

“Boleh dikatakan Star Trek itu maket kehidupan yang difilmkan. Maka jangan heran bila anggota Indo Star Trek terdiri dari berbagai latar belakang profesi, pendidikan, dan umur. Bila sudah saling berdiskusi, ramainya bukan main. Yang satu fasih membeberkan tentang teori-teori fisika, yang lain lagi heboh membandingkan kehidupan alam Star Trek dengan kehidupan di bumi,” ujar salah satu admin media sosial Indo Star Trek, Hilmy Hasanuddin.

Pada awal pendiriannya di Indonesia belum begitu banyak anggota yang bergabung. Namun, setelah era internet mendobrak segala batas wilayah, peminatnya bertambah. Apalagi setelah mailing list dan Facebook berkibar.

Kendati mendapat animo yang baik mereka sepakat untuk menggelar event “First Contact”, yaitu ajang untuk bertatap muka secara langsung antar anggota milis pada 15 April 2006. Hingga saat ini, Indo Star Trek telah memiliki anggota yang tersebar di berbagai daerah. Mulai dari Starbase Bandung, Jakarta, Solo & Jogja, Balikpapan, Surabaya, hingga Aceh.

Hal unik yang bisa ditemui di komunitas ini adalah mereka memiliki salam khusus yakni “Salam Vulcan”. Salam ini dilakukan dengan cara mengangkat telapak tangan kanan sejajar dengan wajah. Posisi ibu jari direnggangkan dengan telunjuk yang merapat dengan jari tengah. Sementara itu, kedua jari ini direnggangkan lagi dengan jari manis dan kelingking yang juga saling merapat. “Salam Vulcan” mengandung arti “Semoga panjang umur dan selalu makmur”.

Komunitas penggila Star Trek yang anggotanya berusia beragam mulai dari 7 tahun sampai dengan 58 tahun ini juga punya sebutan khusus, yakni “trekkies” yang sekarang disebut “trekker”. Sebutan ini telah resmi diakui dan dicatatkan dalam “Oxford English Dictionary”.

Untuk menjadi anggota Indo Star Trek, tidak ada syarat yang memberatkan karena komunitas ini bersifat terbuka.

“Semua yang ingin bergabung hanya ada satu syarat penting, yaitu suka Star Trek. Kami mempersilahkan member baru memperkenalkan diri apabila bergabung di sosial media, dan tentu kami harapkan semua member bisa aktif dalam diskusi online maupun offline,” ungkap Hilmy.

Soal Struktur pengurus, Hilmy mengaku Indo Star Trek tidak memiliki kepengurusan resmi jadi fungsi utama pengelolaan event didasarkan kepada anggota aktif yang ingin maju sebagai nakhoda event maka dia akan didaulat sebagai “Project Officer”.

“Atau dalam sebutan “Away Team Leader”. Fungsi utama komunitas hanya mempunyai tim admin sosial media yang perannya menjaga kerapihan social media, menjaga pengelolaan website dan juga membantu publikasi aktivisnya dalam penyelenggaraan sebuah acara,” bebernya.

Indo Star Trek terbilang gencar memperkenalkan fenomena Star Trek kepada masyarakat Indonesia lewat kegiatan rutin yang mereka adakan seperti Starfleet Academy, yakni memberikan banyak wawasan film Star Trek lebih mendalam dan diskusi seputar filmnya dari nilai-mulai dari nilai yang terkandung hingga produksi pembuatan filmnya.

Kemudian, Starship Bridge Simulation, anggota berkumpul memainkan game bernama Artemis Spaceship Bridge, yakni sebuah jaringan komputer (Local Area Network) menyerupai situasi asli di anjungan kapal antariksa dalam film Star Trek.

“Game ini cukup dikenal di komunitas Star Trek internasional. Kami mengetahui game ini memalui member kami di Balikpapan. Syarat utama membawa laptop masing-masing atau komputer tablet OS Apple maupun Android,” jelasnya.

Lalu Star Trek Day, guna memperingati jadwal tayang pertama kali film Star Trek pada April 1966. Ada pula First Contact Day yang digelar setiap tanggal 5 April, mereka mengadakan gathering kecil memperingati perayaan pertama kali dalam cerita fiksi manusia bertemu makhluk lain di luar bumi (alien).

“Juga ada kopi darat (kopdar), gathering kecil bisa jadi ketemuan di luar jadwal reguler, bisa hari sabtu atau jam pulang kantor, kadang nonton bioskop film lain,” katanya.

Kegiatan yang pernah digelar Indo Star Trek adalah Star Trek Day 2013 dan Star Trek Exhibition 2014, 44 hari di Gandaria City

Lebih lanjut Hilmy mengatakan brotherhood relationship yang terjalin di komunitas ini sangat luar biasa. Ia mencontohkan saat event Star Trek Exhibition, di Gandaria City, mereka semua lelah dan senang bersama dalam mengatur jadwal jaga di setiap akhir pekan selama 44 hari di kegiatan tersebut.

“Semua mau bekerja sesuai dengan kapasitas masing-masing, tidak saling me-judge apabila ada kesalahan atau kekurangan, semua bekerja sama dalam tim dan sadar bahwa keberhasilan event ini adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Hilmy menuturkan Obsesi komunitas yang memiliki tagline “…to boldly go where no Indonesian has gone before”, yakni menanamkan kecintaan pada sci-fi / fiksi ilmiah dengan segala akibat positifnya pada masyarakat Indonesia.

“Saya juga berharap kami bisa terus menyuarakan nilai-nilai baik dalam Star Trek. Dan tentunya Indo Star Trek kian mengembangkan sayapnya dan semakin solid dalam sudut pandang kekeluargaan,” pungkasnya. (gia/men’s obsession)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.