Kamis, 5 Agustus 21

India Kalut! Ribuan Kasus ‘Jamur Hitam’ Bikin Cacat Pasien Covid-19

India Kalut! Ribuan Kasus ‘Jamur Hitam’ Bikin Cacat Pasien Covid-19
* Pasien pengidap jamur hitam tengah dirawat di India. (Foto: Getty)

Terjadi kekalutan di India akibat ribuan kasus ‘jamur hitam’ yang sebabkan cacat pada pasien Covid-19, sedangkan stok obat menipis.

Pemerintah India melaporkan lebih dari 8.800 kasus ‘jamur hitam’ yang mematikan di tengah kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Infeksi yang sangat langka ini disebut mucormycosis dan memiliki risiko kematian 50%. Sejumlah pasien selamat setelah menjalani operasi pengangkatan bola mata.

Beberapa bulan belakangan ini, penyakit tersebut menjangkiti ribuan pasien Covid-19 yang sudah sembuh maupun dalam tahap pemulihan.

Para dokter mengatakan, penyakit ini berkorelasi dengan steroid yang digunakan untuk mengobati Covid. Pengidap diabetes, khususnya, punya risiko khusus.

Para dokter juga mengatakan kepada BBC, bahwa penyakit tersebut tampaknya menyerang pasien dalam jangka 12 hingga 18 hari setelah pulih dari Covid.

Negara Bagian barat Gujarat dan Maharashtra melaporkan lebih dari setengah kasus-kasus yang dilaporkan. Setidaknya lebih dari 15 negara lainnya mencatat delapan hingga 900 kasus.

Di tengah kasus yang terus meningkat, 29 negara bagian di India diinstruksikan untuk menyatakan penyakit jamur hitam sebagai epidemi.

Bangsal-bangsal khusus yang baru dibuka untuk menangani pasien dengan penyakit ini penuh dengan cepat, kata para dokter.

Sebagai contoh, di RS Maharaja Yeshwantrao di Kota Indore, jumlah pasien melonjak dari delapan orang pada pekan lalu, menjadi 185 orang pada Sabtu (22/05) malam.

Lebih dari 80% pasien membutuhkan operasi dengan segera, kata Dr VP Pandey, kepala departemen medis rumah sakit kepada BBC.

Dr Pandey mengatakan pihaknya telah mendirikan 11 bangsal dengan total 200 tempat tidur untuk mengobati pasien pengidap jamur hitam.

“Yang jelas, lonjakan pasien ini tak terprediksi,” katanya. “Sebelumnya, kami hanya menangani satu atau dua kasus dalam setahun”.

Dia memperkirakan bahwa setidaknya 400 pasien dengan penyakit ini di Indore saja.

“Infeksi jamur hitam saat ini menjadi tantangan lebih besar daripada Covid-19. Jika pasien tidak tertangani dengan cepat dan benar, maka tingkat kematiannya bisa mencapai 94%. Biaya pengobatannya mahal, dan obat-obatan terbatas,” kata Dr Pandey.

Dokter mengatakan amphotericin B atau “ampho-B” adalah suntikan anti-jamur yang harus diberikan setiap hari selama delapan minggu kepada pasien yang didiagnosa dengan mucormycosis. Ada dua bentuk obat yang tersedia: amphotericin B deoxycholate standar dan liposomal amphotericin. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.