Sabtu, 28 Mei 22

Impian Siska Terbang Ke Luar Negeri Tak Pernah Terwujud

Impian Siska Terbang Ke Luar Negeri Tak Pernah Terwujud
* Allya Siska Nadya.

Jakarta, Obsessionnews – Impian Allya Siska Nadya akan berangkat ke luar negeri pada 15 Agustus 2015 untuk menuntut ilmu tidak pernah terwujud. Sebelum terbang ke luar negeri, dia terlebih dahulu mengobati penyakit tulang belakangnya. Siska berobat di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Di klinik terapi asing tersebut Siska ditangani dr Randal Cafferty, seorang warga negara asing (WNA).

Namun, bukan kesembuhan yang diperolehnya. Siska malah menjadi korban malpraktik, yang berujung dia harus mengakhiri kontrak hidupnya di dunia. Kasus kematian Siska telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh keluarganya. Dan saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

Siska yang dilahirkan di Jakarta 28 Desember 1982 adalah buah hati pasangan Alfian Helmy Hasjim dan Arnisda. Pada periode 2002-2005 dia kuliah di Queensland University of Technology Brisbane, Australia, mengambil jurusan media dan komunikasi. Ayahnya mantan pejabat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Siska memanfaatkan ilmunya dengan bekerja di sejumlah perusahaan. Pada Januari-Oktober 2007 Siska bekerja di PT Dharmapena Citra Media, Jakarta, yang bergerak di bidang penerbitan majalah, konsultan media, dan periklanan. Dia bertugas sebagai analis media.

Kemudian bekerja sebagai karyawan Humas PT Bakrie & Brothers Tbk pada periode Oktober 2007-Juli 2009. Setelah itu bekerja di PT AXA Services Indonesia periode Desember 2010-Januari 2011.

Selanjutnya bekerja sebagai Assistant Marketing Communications Manajer A5-Star Resort di Bali pada Februari-Agustus 2011.

Gemar tantangan Siska kemudian bekerja sebagai karyawan Humas PT SMART di Jakarta pada Desember 2011-Maret 2012.

Kemudian dia bekerja sebagai koordinator Humas PT Bumi Resources Tbk di Jakarta periode Maret 2012-Mei 2015.

Siska tidak pernah berhenti mengembangkan dirinya. Ia ingin terus-menerus memperluas cakrawala pemikirannya. Dia berencana ke luar negeri untuk menimba ilmu pada Sabtu, 15 Agustus 2015. Namun, dia menghadapi masalah dengan kesehatannya. Dia menderita sakit tulang belakang.

Rabu (5/8/2015) pukul 16.00 WIB Siska untuk pertama kalinya mengunjungi Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall. Pihak klinik menawarkan 30-40 kali treatment, di mana sehari 2 kali treatment.

Keesokan harinya, Kamis (6/8) pukul 13.00 WIB Siska datang lagi ke klinik tersebut untuk menjalani treatment yang pertama kali. Dia ditangani oleh dr Randal Cafferty, warga negara Amerika Serikat (AS). Setelah diterapi, pukul 18.45 WIB kembali ke rumahnya di Jl. Bintaro Raya No. Kav. A Bintaro, Jakarta Selatan.

Sesampai di rumah, Siska minta tolong kepada asisten rumah untuk menurunkan barang-barang di mobil. Hal itu mengindikasikan dia tidak sehat. Karena biasanya dia membawa barang-barangnya sendiri.

Tak lama kemudian Siska balik lagi ke Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic untuk menjalani treatment yang kedua kalinya. Treatment tersebut berlangsung sekitar 3 menit. Setelah itu Siska kembali ke rumahnya pukul 20.00 WIB.

Ayah dan ibunya melihat wajah Siska pucat. Siska bercerita kepada kedua orang tuanya, bahwa lehernya sakit setelah menjalani terapi.

Pukul 22.00 WIB Cica, demikian panggilan akrabnya, naik ke lantai atas untuk beristirahat. Di kamarnya itu dia tidak langsung tidur, tapi masih asyik bermain Iphone.

Sekitar pukul 23.15 WIB dia menelepon ke kamar orang tuanya sambil berteriak,”Cica sakit….Cica kesakitan….”

Alfian terkejut dan segera membangunkan isterinya. Mereka kemudian bergegas menuju ke kamar Siska. Mereka melihat Siska duduk di pinggir tempat tidur. Mereka menawarkan membawa Siska pergi ke rumah sakit. Allya langsung setuju. Biasanya dia menahan diri kalau ditawari pergi ke rumah sakit, tapi kali ini langsung mengiyakan.

Pembuluh Darah Pecah

Pada Jumat (7/8) dini hari Siska dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pondok Indah. Pada pukul 01.07 dia berteriak-teriak kesakitan. Pukul 02.35 WIB Siska mengalami kejang-kejang. Pukul 03.35 WIB dia tidak sadarkan diri. Terdapat bengkak di sekitar bahu belakangnya di sebelah kanan.

Dokter Chippy yang menangani Siska menyampaikan hasil diskusinya dengan rekan dokternya yang hadir pada saat itu kepada Alfian. Disimpulkan diperkirakan telah terjadi pembuluh darah yang pecah di bagian leher Siska yang pecah. Namun, pembuluh darah tersebut pembuluh darah kecil, sehingga diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak yang besar. Untuk itu perlu dilakukan MRI guna menentukan lokasi yang pasti. Tetapi, hal tersebut belum bisa dilakukan mengingat kondisi Siska yang belum stabil.

Dokter kemudin meminta pihak RS untuk menyiapkan ICCU. Dokter juga meminta pihak keluarga Siska mempersiapkan administrasi. Alfian menyatakan sudah membayar administrasi untuk keperluan perawatan 10 hari.

Tak lama setelah itu Siska sempat sadar sebentar. Dia meronta karena kesakitan, alat ventilator di mulutnya dilepas. Dokter kemudian menidurkan kembali Siska agar tenang.

Dokter UGD mengatakan akan memberikan obat jantung yang paling maksimal. Tetapi, apabila setelah obat itu diberikan dan detak jantung tidak naik, Siska akan sangat sulit ditolong.

Pukul 04.45 WIB dokter minta izin untuk memompa jantungnya supaya dia bisa bertahan. Dokter meminta keluarga untuk bersiap-siap. Dokter memompa jantung Siska selama kurang lebih 30 menit. Setelah 30 menit, semua usaha yang diperlukan sudah dilakukan. Namun sudah tidak direspons lagi oleh tubuhnya. Siska meninggal dunia.

Lapor ke Polisi

Arnisda Helmy mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (12/8), melaporkan dr Randal Cafferty yang diduga menyebabkan anaknya meninggal dunia. Laporan Arnisda itu diterima dengan No. P/3176/VIII/2015/PMJ/Ditreskrimun tanggal 12 Agustus 2015.

Selanjutnya pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya tanggal 8 September 2015 memanggil Alfian Helmy Hasjim dengan surat panggilan No: S. Pgl/16627/IX/2015/Ditreskrimun, Elvita Natassa (kakak Siska) dengan surat panggilan No: S. Pgl/16628/IX/2015/Ditreskrimun, dan Arnisda Helmy dengan surat panggilan No: S. Pgl/16631/IX/2015/Ditreskrimun, untuk datang ke Unit I Subditenakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kamis, 10 September 2015 pukul 13.00 WIB. Surat panggilan tersebut ditandatangani Kasubdit V Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Suparmo, SH selaku penyidik.

Alfian, Elvita dan Arnisda diperiksa sebagai saksi oleh penyidik/penyidik pembantu AKP Arief Vidyanto, SH/Bripka Arif Saifudin, SH. Hal ini terkait dugaan tindak pidana karena kelalaian mengakibatkan orang meninggal dunia, dan memberikan pelayanan medis tidak sesuai dengan standar operasional prosedur, yang terjadi pada tanggal 6 Agustus 2015 di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, yang dilakukan oleh terlapor dr Randal Cafferty (WNA), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 KUHP dan Pasal 79 UU RI no. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran.

Klinik Disegel

Berita kasus malpraktik yang menyebabkan kematian Siska  dalam beberapa hari terakhir ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Berita ini pertama kali ditayangkan di situs berita Obsessionnews.com, Senin, 4 Januari 2016, pukul 17.43 WIB, dengan judul Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi, kemudian diikuti media-media lainnya.

Gencarnya pemberitaan kasus Siska di media massa mendapat respons dari polisi dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ternyata Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic tak memiliki izin. Akhirnya klinik terapi asing cabang Pondok Indah Mall disegel Kamis (7/1/2016). Sementara itu Randal Cafferty telah kabur ke luar negeri setelah dua kali mangkir dari panggilan polisi.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI menutup semua klinik tersebut yang tersebar di 10 titik ibu kota.

Selain itu Ahok pun minta Polda Metro Jaya untuk mencari tahu dasar perizinan klinik tersebut.

“Kalau enggak punya izin saya minta dia tutup, karena itu enggak ada dasarnya. Seenaknya saja buka-buka tempat begituan gitu loh, pasti suruh tutup,” kata Ahok kepada wartawan di kantornya, Pusat, Kamis (7/1).

Baca juga:

Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi
Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal
Salah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 Jam
Siska dan Dunia Sosmed
Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda
Anggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip Siska
Kasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas Pariwisata
Ternyata, Siska Tidak Pernah Mau Merepotkan Orangtua
Meninggalnya Siska Mengagetkan Teman-temannya
Kasus Siska, Kejanggalan Klinik First Chiropractic Terbongkar
Belajar dari Kasus Siska, Hati-hati Memilih Tempat Berobat!
Izin Klinik Kesehatan Masih Amburadul, Nyawa Siska Melayang
‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses Hukum
Terapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di AS
Akhirnya, Ketahuan Klinik Siska Meninggal Tak Punya Izin
Metode Chiropractic Ternyata Sudah Makan Korban Sejak Lama

(Tim Obsessionnews.com)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.