Sabtu, 23 Oktober 21

IMES Yakin Ada Mafia Migas di Balik Konflik KPK-Polri

IMES Yakin Ada Mafia Migas di Balik Konflik KPK-Polri

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, menengarai kisruh perseteruan pihak Polri vs KPK bertujuan untuk melemahkan kedua lembaga penegak hukum tersebut. Ia pun tak sependapat adanya anggapan bahwa saat ini KPK dilemahkan Polri. Menurut dia, konflik tersebut sengaja diciptakan untuk melemahkan keduanya, KPK maupun Polri.

Di balik konflik KPK dan Polri, ungkap Busyro, ada para pebisnis busuk di sektor migas. “Konflik itu seolah-olah terjadi antara KPK dan Polri, sengaja diciptakan oleh pebisnis-pebisnis busuk migas. Mereka tidak suka dengan tindak tanduk KPK dan Polri,” beber nya, Kamis (19/2), sebagaimana diberitakan berbagai media.

Merespon pernyataan Busyro Muqqodas tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) Erwin Usman mengatakan, fakta bahwa mafia migas bukan sekedar isu di negeri ini. “Dia ada, walau aparat penegak hukum masih terlihat bingung bagaimana membongkar, mengusut sampai ke akarnya, serta menihilkannya,” ungkap Erwin Usman kepada Obsessionnews, Sabtu (21/2/2015).

“Presiden, KPK dan Polri mesti segera merespon serius pernyataan Busyro Muqoddas ini. Sebagai mantan pimpinan KPK, pernyataan Busyro Muqoddas tentu ada faktanya,” tandas Direktur IMES.

Sejak masa kampanye Pilpres 2014, menurutnya, isu mafia migas ini sudah marak diungkap banyak pihak. Bahkan Menteri ESDM membentuk Tim Khusus Anti Mafia Migas dipimpin ekonom Faisal Basri. “Pertanyaannya, kenapa belum ada satu pun aktor kakap dari mafia yang ditangkap dan/atau diajukan ke pengadilan? Apa hasil kongkrit Tim Faisal tersebut? Biar publik tahu siapa para mafia itu,” tegas Erwin.

“Hal ini juga mengkonfirmasi pernyataan kami sebelumnya, bahwa di tengah kegaduhan situasi hukum nasional, para mafia migas dan korporasi tambang transnasional, memanfaatkan situasi yang ada untuk menjarah sebesar-besarnya kekayaan alam Indonesia bersama para kompradornya. Tanpa disadari banyak pihak. Ini kerja sistematis imperialisme!” bebernya pula. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.