Minggu, 31 Mei 20

Imam Besar Masjid New York Kritik Luhut

Imam Besar Masjid New York Kritik Luhut
* Shamsi Ali

Jakarta, Obsessionnews.com – Berbagai tokoh publik dari banyak kalangan mengeritik Menko Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Panjaitan yang berencana melaporkan Muhammad Said Didu ke polisi.

Imam Islamic Center of New York/0Direktur Jamaica Muslim Center, Muhammad Shamsi Ali mengeritik sikap Luhut Panjaitan yang alergi dengan kritik dari masyarakat. Imam Besar Masjid New York, Amerika Serikat ini menilai Luhut tidak dewasa dalam berpolitik.

“Jika anda alergi bahkan phobia kritikan, jangan duduk di posisi publik. Apalagi dalam sebuah tatanan demokrasi. Marah atau tersinggung ketika dikritik rakyat, menandakan anda tidak dewasa dalam demokrasi. Demokrasi membuka pintu luas mengoreksi kekuasaan,” tegas Shamsi Ali melalui akun Twitternya.

“Banyak kemunafikan yang merajalela. Demokrasi dan toleransi dijunjung kalau berpihak kepadanya. Keadilan itu nilai yang dijunjung jika berpihak. Tapi ketika demokrasi, toleransi dan keadilan hadir membela kebenaran, dan tidak lagi berpihak, jadinya ancaman,” tambah pendiri pondok pesantren pertama di Amerika Serikat itu.

Kritikan serupa disampaikan pakar hukum tata negara yang juga pengamat politik, Refly Harun.

“Seorang pejabat negara harusnya tidak marah kalau dikritik, kritik yang paling pedas sekalipun, karena dia memang diberi kemewahan dan segala fasilitas oleh negara, baik uang maupun kekuasaan,” kata Refly Harun melalui akun Twitternya, @ReflyHZ, Sabtu (4/4).

Senada pula, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik menilai, Luhut akan gagal memperbaiki persepsi politik padanya jika memenjarakan Said Didu.

“Pak Luhut akan gagal memperbaiki persepsi politik padanya bila ia memenjarakan pengeritik seperti @msaid_didu. Mustahil memenjarakan semua orang agar tak ada lagi kritik yang memerahkan kuping. Kenapa tidak ajak saja Pak Didu berdebat untuk mencari tahu pikiran siapa yang benar?,” katanya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman SH MH juga menyayangkan sikap Luhut yang mengancam akan mempolisikan Said Didu, tokoh vokal anti korupsi.

“Enam bulan jadi pejabat publik jadi paham kita kerja bagus blm tentu diapresiasi, kita kerja buruk pasti dicaci. Belum lagi fitnah sering kali diumbar tanpa tabayun. Tapi saya marah kalau ada pejabat pidanakan pengkritiknya. Kalau ada fitnah cukup diklarifikasi @MSaiddidu,” tandas Habiburokhman, Jumat (3/4).

Pendiri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu menambahkan, bagian penting dari pelayanan publik adalah kesediaan untuk menerima kritikan.

“Selama orang masih mau kritik berarti masih menaruh harapan pada kita,” tambahnya.

Jauh sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman, telah menulis surat terbuka untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan yang dinilai acap kali berada dalam kebijakan berseberangan dengan kepentingan umum.

Tidak hanya itu, bahkan Luhut yang dijuluki “Menteri segala urusan” ini juga sering melampaui tupoksinya dalam pemerintah. Namun yang disayangkan, sudalah dinilai selalu menggiring kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan pubik, ternyata Luhut melalaikan tugas pokoknya yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kemaritiman. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.