Rabu, 22 Januari 20

Illiza Sa’aduddin Djamal: Pelarangan Siswi Berjilbab di SD Inpres 22 Manokwari Melanggar Hukum dan HAM

Illiza Sa’aduddin Djamal: Pelarangan Siswi Berjilbab di SD Inpres 22 Manokwari Melanggar Hukum dan HAM
* Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP Illiza Sa'aduddin Djamal. (Foto: dok. pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin Djamal menyayangkan kebijakan SD Inpres 22 Manokwari, Papua Barat, yang melarang para siswi untuk berjilbab di sekolah.

Illiza mengatakan, pemerintah melalui Permendikbud 45/2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah telah menetapkan bahwa pakaian seragam khas muslimah berupa jilbab, rok panjang hingga mata kaki, serta kemeja lengan panjang merupakan bagian dari pakaian seragam resmi nasional.

“Pelarangan jilbab SD Inpres 22 Manokwari bukan hanya merupakan pembangkangan atas aturan nasional yang sudah ditetapkan, namun juga melanggar hak asasi manusia (HAM), dalam hal ini keyakinan setiap orang untuk menjalankan agama dan keyakinannya,” tegas Illiza melalui keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Jumat (6/12/2019).

Sekolah, lanjut politisi PPP ini, seharusnya menjunjung tinggi pluralitas, saling menghargai dan menghormati, dan kebebasan beragama.

“Sebagai perbandingan, di Aceh walaupun telah menerapkan Perda Syariat Islam tidak melarang siswi untuk tidak menggunakan jilbab,” tutur Illiza.

Menurutnya, apa yang dilakukan SD Inpres 22 Manokwari itu merupakan preseden buruk dalam dunia pendidikan Indonesia yang menjunjung nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Permendikbud No. 45 Tahun 2014 hal ini harus dipatuhi oleh seluruh sekolah dari Sabang sampai Merauke. Peraturan ini adalah bentuk toleransi beragama yang mengakomodir setiap pemeluk agama dan tidak ada alasan untuk tidak mematuhinya,” tandasnya.

Ia mengimbau semua  dinas pendidikan di daerah harus lebih intens dalam menyosialisasikan setiap peraturan baik itu UU Pendidikan, Peraturan Menteri atau sejenisnya, agar cita-cita kita dalam mendidik generasi penerus bangsa tercapai. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.