Sabtu, 16 Oktober 21

Illegal Fishing, Harus Dilakukan Pendekatan Ekonomi

Illegal Fishing, Harus Dilakukan Pendekatan Ekonomi

Bandung, Obsessionnews – Indonesia masih berada pada middle class meskipun Indonesia memiliki modal besar dan lengkap untuk menjadi negara maju, sejahtera, dan berdaulat. Demikian disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri saat kuliah umum di kampus Unpad, Sabtu (19/3/2016).

Menurut Rokhmin, untuk menuju Indonesia yang maju dibutuhkan transformasi struktural ekonomi. Ia menjelaskan, di awal suatu negara dibangun, biasanya mayoritas penduduknya bekerja di sektor primer seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Setelah sektor primer dibangun, timpalnya semestinya sebagian besar penduduk mulai beralih untuk bekerja di sektor sekunder dan tersier. “Sehingga jika terlalu banyak petani, maka kepemilikan lahan semakin berkurang,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.

Hal itulah menurutnya yang mengakibatkan pendapatan petani semakin menurun. Dengan beralihnya mayoritas pekerjaan masyarakat ke sektor sekunder dan tersier, maka masyarakat yang sejahtera bukan hanya mereka yang bekerja di sektor sekunder dan tersier, tetapi juga para pekerja di sektor primer seperti petani dan nelayan.

Dengan jumlah petani dan nelayan yang semakin menurun, timpal Rokhmin maka mereka dapat melakukan usaha dengan lingkup atau lahan yang lebih besar sehingga dapat memenuhi perekonomian mereka.

Rokhmin menjelaskan pada periode 1960-2003 di Indonesia, setiap penurunan 1% kontribusi sektor pertanian terhadap PDB hanya diikuti penurunan tenaga kerja di sektor ini sebesar 0,5%. Tetapi di Korea Selatan yang lebih maju, diketahui setiap penurunan pangsa PDB pertanian sebesar 1% diikuti penurunan pangsa tenaga pertanian sebesar 2%.

Rokhmin juga memaparkan saat ini, sektor primer di Indonesia masih diisi tenaga kerja sebanyak 34%. “Jika kontribusi sektor pertanian hanya sebesar 15% seperti di Indonesia sekarang, maka pangsa tenaga kerja pertanian maksimal 20%,” ujar Guru Besar IPB ini.

Mengenai sektor perikanan dan kelautan, terkait illegal fishing di Indonesia, Rokhmin menyarankan sebaiknya tidak hanya ditangani oleh pendekatan “security”, tetapi juga melalui pendekatan ekonomi.

Laut-laut Indonesia yang selama ini “diisi” oleh nelayan asing, seharusnya dapat sepenuhnya diisi dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh nelayan Indonesia dengan tetap dilakukan pengawasan oleh tenaga keamanan. “Kita akan memberantas illegal fishing, at the same time kita kan mendapatkan ikan yang banyak untuk diproses di dalam negeri.” tandasnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.