Senin, 9 Desember 19

IIBC 2019 Akan Bahas Strategi Peluang Investasi di Industri 4.0

IIBC 2019 Akan Bahas Strategi Peluang Investasi di Industri 4.0
* Poster IIBC 2019.

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia International Business Conference (IIBC) 2019 akan membahas peluang investasi dan trade terhadap realisasi industri generasi ke 4 di Indonesia. Dengan mengusung tema “Trade and Investment Opportunities toward Making Indonesia Industry 4.0”

Sebagai salah satu platform dan acara konferensi bisnis skala internasional, IIBC akan dihadiri sekitar 400 pelaku industri makan dan minuman, otomotif, elektronik, tekstil dll, serta dihadiri juga oleh industri digital, teknologi, dan fintech. IIBC 2019 rencananya akan digelar di Bali pada Juli mendatang.

Dalam skala industri, IIBC 2019 dihadiri oleh beberapa pelaku industri tekstil, Fintech dan Digital, Seperti PT Pukka Indonusa, Scofindo, Surveyor Indonesia, PT Unggaran Sari Garments, PT Pan Brothers, Bukalapak, Crowdo, PT Indolakto, Siemens Indonesia, PT Mayora Indah Tbk.

IIBC 2019 menghadirkan sesi “Boosting National Economic and Competitiveness in Making Indonesia Industry 4.0” yang akan diisi oleh Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, selaku Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Ngakan Timur Antara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), serta Prof. Wihana Kirana Jaya, Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi dan Transportasi.

Dengan berlangsung nya IIBC 2019, nantinya diharapkan akan menjadi salah satu media bisnis strategis untuk mewujudkan Indonesia Industry 4.0

Diketahui penerapan revolusi industri 4.0 merupakan upaya untuk melakukan otomatisasi dan digitalisasi pada proses produksi, dengan ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, serta batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Revolusi industri generasi pertama ditandai oleh penggunaan mesin uap untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan. Kemudian, generasi kedua, melalui penerapan konsep produksi massal dan mulai dimanfaatkannya tenaga listrik dan generasi ketiga, ditandai dengan penggunaan teknologi otomasi dalam kegiatan industri.

Industri keempat, menjadi lompatan besar bagi sektor industri, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya, tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.