Selasa, 28 September 21

IHSG Ditutup Menguat, Kok Rupiah Loyo

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari ini berakhir mendatar di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.

Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp11.970 per USD. Posisi tersebut mendatar dengan penutupan Selasa (16/9/2014) di level Rp11.971 per USD.

Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.928 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.895 per USD dan terlemah di level Rp11.972 per USD.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.964 per USD, dengan kisaran harian Rp11.941-Rp12.010 per USD. Posisi ini menguat tipis 7 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.971 per USD.

Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.967 per USD. Posisi ini melemah 19 poin dibanding sebelumnya di level Rp11.948 per USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.908 per USD. Posisi ini terkoreksi 5 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.903 per USD.

Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi positifnya IHSG, yang juga terimbas menguatnya Wall Street pada perdagangan semalam seiring mulai meredanya ekspektasi percepatan kenaikan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) malam nanti.

“Diperkirakan hasil FOMC meeting akan mendorong terkoreksinya apresiasi USD terhadap rupiah hari ini,” kata dia, Rabu (17/9/2014).

Sentimen lain yang mempengaruhi adalah stimulus yang dilakukan Bank Sentral China (PBOC) terhadap beberapa bank terbesar di China.

Sementara IHSG hari ini berakhir di zona hijau seiring positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG melonjak 57,68 poin atau 1,12% ke level 5.188,18.

Related posts