Minggu, 5 Desember 21

IHSG Dibuka Melemah 12,59 Poin

Jakarta, Obsessionnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka melanjutkan penurunan sebesar 12,59 poin di tengah minimnya sentimen positif di dalam negeri.

IHSG BEI dibuka turun 12,59 poin atau 0,24 persen menjadi 5.229,56, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,20 poin (0,35 persen) ke level 905,45.

“IHSG kembali bergerak melemah merefleksikan kekecewaan investor atas laporan kinerja emiten kuartal I 2015 beberapa emiten yang telah dirilis tercatat di bawah harapan,” kata Analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi di Jakarta, Rabu. Baca juga : IHSG Ditutup Melorot 37,58 Poin

Selain itu, lanjut dia, adanya anggapan atas laporan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2015 yang akan membukukan angka di bawah 5 persen atau lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2014 menambah sentimen negatif di pasar saham.

Kendati demikian, menurut dia, koreksi IHSG BEI pada beberapa hari terakhir ini memberikan ruang potensi kenaikan pada beberapa saham berkapitalisasi besar, hal itu dikarenakan beberapa saham itu kini telah bergerak di bawah level seharusnya.

“Kondisi itu, kami lihat akan memberikan ruang rebound jangka pendek,” katanya.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rapat moneter Federal Reserve, yang telah dimulai pada Selasa (28/4), diharapkan rapat itu dapat memberikan petunjuk kapan bank sentral AS ini mulai menaikkan suku bunga.

“Sentimen pasar saham masih bervariasi, diperkirakan IHSG bergerak berfluktuasi, namun masih ada peluang menguat pada perdagangan hari ini,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 147,15 poin (0,52 persen) ke 28.295,60, indeks Bursa Nikkei naik 75,63 poin (0,38 persen) ke 20.058,95, dan Straits Times melemah 9,56 poin (0,27 persen) ke posisi 3.486,01. (ant)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.