Minggu, 17 Oktober 21

IFEX 2018 Jadi Ajang Industri Mebel dan Kerajinan

IFEX 2018 Jadi Ajang Industri Mebel dan Kerajinan
* Ketua Umum HIMKI, Ir. Soenoto di Kementerian Peindustrian, Jakarta, Senin (23/10/2017) dalam acara nasional lauching IFEX 2018. (Dok. Dyandra Promosindo)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Ir. Soenoto dalam siaran pers yang diterima Obsessionews.com, Selasa (24/10/2017), menyampaikan IFEX merupakan ajang unjuk gigi bagi pengrajin tanah air dan selalu dinantikan pelaksanaannya oleh pemain industri mebel dan kerajinan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Untuk itu, berbagai upaya telah kami lakukan untuk memperkenalkan IFEX ke dunia internasional dan upaya itu mulai menampakkan hasil yang menggembirakan,” ujar Soenoto di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, saat membuka  launching IFEX 2018, Senin (23/10) kemarin.

Dari tahun ke tahun, lanjut Soenoto, penyelenggaraan IFEX menerima feedback yang baik tidak hanya dari para pemain dan buyers lokal tapi juga para pemain dan buyers dari luar negeri.

Sementara itu Presiden Direktur PT. Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan akan terus berkomitmen untuk mendukung HIMKI dalam menyelenggarakan pameran furnitur berskala internasional ini.

“Kami juga telah melakukan evaluasi pada penyelenggaraan sebelumnya dan berusaha untuk terus meningkatkan kualitas dari penyelenggaraan IFEX 2018,” tuturnya.

International Furniture Expo (IFEX) 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 9 – 12 Maret 2018 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta.

Pameran mebel dan kerajinan B2B (business to business) terbesar di Indonesia dan kawasan regional ini, merupakan hasil kerjasama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dengan Dyandra Promosindo.

IFEX 2017 mencatat pameran yang digelar pada tahun lalu tersebut dikunjungi oleh 11.225 buyer, dengan jumlah buyer dan visitors terbesar adalah dari negara Cina, Australia, Amerika Serikat, India dan Belanda.

Sementara itu nilai on-the-spot transaction yang berhasil dicatatkan pada pameran IFEX 2017 tercatat senilai US$300 juta, dan follow-up transaction mencapai US$ 700 juta, sehingga total transaksi keseluruhan sesuai target yaitu US$ 1 milyar. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.