Senin, 13 Juli 20

Idul Fitri Redakan Tensi Politik

Idul Fitri Redakan Tensi Politik
* Ilustrasi Idul Fitri. (Foto: gungbowo.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Umat Islam khususnya di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan saling bersilaturahmi guna menguatkan ikatan umat, dan sesama warga bangsa dengan latar belakang yang beragam. Dengan momentum seperti ini dinilai mampu meredakan tensi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto bersyukur dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Dia menyebut tensi politik yang semula tinggi jadi turun. Karena itu, dia apresiasi para politikus yang telah ikut meredakan tensi politik yang sebelumnya sempat tegang.

“Tentu ini semua kan, menurut saya, turunnya tensi politik, tensi keamanan, ini kan berkah Ramadhan. Juga Lebaran. Memang kewajiban kita untuk saling memaafkan,” kata Wiranto di sela agenda open house Lebaran di rumah dinasnya, Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Menurut dia persoalan ketidak puasan atas hasil Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan diselesaikan lewat jalur konstitusi seperti yang telah ditempuh oleh kubu pasangan capres 02 Prabowo-Sandiaga. Nanti kedua kubu, baik Prabowo maupun Jokowi masih akan berhadapan terkait gugatan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Idul Fitri kan fitri, fitri murni kembali ke suatu yang bersih. Mudah-mudahan dimaknai seluruh bangsa Indonesia, terutama para politikus saat ini sedang melanjutkan usaha kompetisinya, mudah-mudahan langsung lebih reda lagi, lebih masuk ke jalur-jalur hukum dan konstitusi yang ada. Harapan kami begitu,” ujar Wiranto.

“Sebagai bagian dari aparat yang mengamankan republik ini, tentunya kita berharap, dengan suasana Lebaran, maka tensi politik maupun keamanan cukup panas bisa reda. Itu harapan bangsa Indonesia,” sambungnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan dalam momentum Idul Fitri ini silaturahmi tidak sekadar bertamu biasa, tapi juga mempunyai nilai spiritualitas. Dengan momentum Idul Fitri ini yang melibatkan banyak orang maka tidak ada ewuh pakewuh atau berat meminta maaf.

“Karena itu momentum ini penting menjadi bagian dari hasanah khas Indonesia yang menguatkan hubungan sosial,” tuturnya.

Ia pun mengucapkan syukur karena Idul Fitri tahun ini bisa dilaksanakan bersama-sama. Selain itu HNW menambahkan bangsa Indonesia telah menyelesaikan beragam agenda seperti pemilu dan dinamikanya. Pada Juni ini MK akan menyidangkan perselisihan pileg dan pilpres.

“Biarlah MK menyelesaikan proses ini dengan cara profesional, adil, berani mengambil keputusan yang benar, dan umat dengan bekal Ramadhan bisa mensikapi keputusan dengan cara yang terbaik,” pungkasnya.

(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.