Jumat, 25 September 20

Ida Budhiati: Penyelenggara Pemilu Tidak Boleh Baper dalam Menjalankan Tugasnya

Ida Budhiati: Penyelenggara Pemilu Tidak Boleh Baper dalam Menjalankan Tugasnya
* Rapat Persiapan Sidang dan Sosialisasi Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) di Bawaslu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (27/8/2020). (Foto: Istimewa)

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar Rapat Persiapan Sidang dan Sosialisasi Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) di Bawaslu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (27/8/2020).

Rapat ini diadakan untuk mempersiapkan pemeriksa kepada lima anggota Bawaslu Kabupaten Gunungkidul dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran KEPP dengan perkara nomor 84-PKE-DKPP/VIII/2020.

Lima anggota Bawaslu tersebut, yakni Is Sumarsono, Sudarmanto, Rosita, Tri Asmiyanto, dan Rini Iswandari. Kelimanya diadukan oleh Bambang Wahyu Widayadi, yang memberikan kuasa kepada Wawan Andriyanto dan Harry Gunawan.

Rapat ini dihadiri oleh Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi DI Yogyakarta, jajaran Sekretariat KPU dan Bawaslu Provinsi Yogyakarta serta masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Anggota DKPP Ida Budhiati menyampaikan apresiasi positif kepada peserta rapat persiapan sidang tersebut. Dia mengatakan, pertemuan ini merupakan silaturahim antara dewan kehormatan dan penyelenggara pemilu.

“Silaturahim bertemu dengan bapak dan ibu di forum ini. Jadi tidak hanya bertemu di dalam sidang saja,” ujar Ida dalam sambutannya.

Dia menambahkan, forum ini juga bertujuan untuk membangun sistem pemerintah, khususnya penyelenggara pemilu yang berintegritas.

“Sebagai penjamin untuk penyelenggara pemilu yang berkualitas,” tegasnya.

Dengan begitu, penyelenggara pemilu tidak menjadi sasaran kesalahan bagi peserta pemilu. “Karena penyelenggara pemilu merupakan sasaran empuk peserta pemilu,” ungkap Ida.

Dia berharap, kepada seluruh penyelenggara pemilu agar tidak main-main dalam menjalankan tugasnya.

“Penyelenggara pemilu tidak boleh baper (bawa perasaan) untuk mengambil keputusan, karena kita mempunyai tugas dari negara untuk melaksanakan pemilu,” tutup Ida. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.