Kamis, 9 Desember 21

ICW Minta KPK Harus Lakukan PK Pada Kasus BG

ICW Minta KPK Harus Lakukan PK Pada Kasus BG

Bandung, Obsessionews – Indonesian Corruption Watch (ICW) menegaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera mengajukan Peninjauan Kembali (PK) pada putusan Komjen Pol Budi Gunawan (BG). Hal ini ditegaskan Badan Pekerja ICW Emerson Yuntho dalam keterangan pers di Bandung, Jumat (10/4).

Emerson menilai pelimpahan berkas BG dari KPK ke Keajaksaan kemudian dilimpahkan kembali ke Kepolisian tidak bisa dibiarkan. “Karena kalau kasus BG  dilimpahkan ke kepolisian besar kemungkinan kasus itu akan dihentikan,” tandasnya.

Menurut Emerson, Kepolisian akan beralasan bahwa kasus tersebut sudah ditangani tahun 2010 lalu, belum lagi alasan lain seperti ewuh pakewuh, penyelamatan korps yang begitu tinggi di Kepolisian, sehingga seharusnya kasus tersebut diambil kembali oleh KPK. KPK juga bisa melakukan PK pada keputusan BG di PN Jakarta Selatan.

“Apabila KPK membiarkan hal ini terjadi, maka kemungkinan BG lolos menjadi Wakapolri akan semakin besar,” tegas Aktivis ICW.

Ia pun menilai BG begitu kuat dukungannya dari para politisi, sementara uji kelayakan dan kepatutan terhadap Badrodin Haity oleh DPR akan dilakukan, sehingga akan terjadi tarik menarik “bisa saja Badrodin Haity” terpilih asalkan BG diangkat sebagai wakilnya.

emerson yuntho2

Emerson mengungkapkan, ada kesan KPK membiarkan kasus BG, menurutnya pada kasus BG ini KPK dinilai ada tarik menarik kepentingan “karena pa Ruki itu mantan Polisi dan pa Indianto Senoaji pernah menjadi penasehat Polri”.

Ia membeberkan, ketika ada pengambilan keputusan berkaitan dengan BG, maka Ruki dan Senoaji tidak boleh mengambil sikap dan diserahkan kepada 3 pimpinan KPK lainnya. “Sepanjang pak Ruki dan pak Senoaji dilibatkan, maka akan sulit bagi KPK untuk melakukan peninjauan kembali atau PK terhadap kasus BG,” tegas Emerson. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.