Rabu, 30 September 20

ICW: Di Bawah Kepemimpinan Firli KPK Otoriter

ICW: Di Bawah Kepemimpinan Firli KPK Otoriter
* Peneliti Indonesia Corruption Watch ( ICW) Kurnia Ramadhana. (Foto: Sinar Harapan)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah kepemimpinan Firli Bahuri terus menuai kritik pedas. Pasalnya dalam beberapa kasus KPK dianggap tendensius dan tebang pilih. KPK juga dinilai mandul dalam menghadapi keterlibatan para petinggi partai penguasa. Terlebih dengan adanya keputusan mengembalikan penyidik KPK Kompol Rossa ke kepolisian.

 

Baca juga:

Komisi III Desak Pimpinan KPK Bentuk Peraturan Pelaksana UU Tipikor

Kinerja Pimpinan KPK Akan Dievaluasi Tiga Bulan Sekali

Hasto Mengaku Jaga Marwah KPK

Mengenal Sosok Irjen Firli Bahuri, Ketua KPK Terpilih yang Sempat Kontroversial

 

Menurut peneliti Indonesia Corruption Watch ( ICW) Kurnia Ramadhana, sikap pimpinan KPK untuk mengembalikan penyidik KPK Kompol Rossa ke Kepolisian menunjukan KPK otoriter. Pasalnya, pengembalian Rossa seolah dipaksakan dan tidak berdasar.

“KPK memasuki era otoritarianisme di bawah kepemimpinan Firli Bahuri. Bagaimana tidak, langkah yang bersangkutan memberhentikan paksa Kompol Rosa sama sekali tidak berdasar,” kata Kurnia dalam keterangan tertulis, Rabu (5/2/2020).

Ia mengatakan, ada dua indikator yang mengindikasikan Kompol Rosa dihentikan tanpa dasar. Pertama, Rosa terhitung berprestasi karena berhasil membongkar skandal suap yang melibatkan eks caleg PDI-P Harun Masiku dan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

“Kedua, masa jabatan Kompol Rosa belum selesai. Sehingga timbul pertanyaan, apa motif dibalik Firli melakukan hal ini?” ujar Kurnia.

ICW juga menyoroti sejumlah kontroversi yang terjadi pada masa kepemimpinan Firli di KPK yang umurnya belum mencapai tiga bulan. Mulai dari kegagalan menyegel Kantor PDI-P yang juga tak kunjung digeledah, atraksi Firli memasak nasi goreng, hingga pemburuan Harun yang belum berhasil.

“Untuk itu, lima Pimpinan KPK adalah sumber dari berbagai masalah yang sedang mendera KPK,” kata Kurnia.

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan bahwa Kompol Rossa telah dihentikan dari KPK dan dikembalikan ke Polri. Pihak Polri pun mengaku telah menerima Kompol Rossa.

“Berkaitan dengan Kompol Rossa dan Kompol Indra, memang sudah dikembalikan ke kepolisian, sudah ada pembicaraan antara pimpinan KPK dan pimpinan Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di kantor Jasa Raharja, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.