Rabu, 12 Agustus 20

Ical Ngotot Munas Digelar 30 November

Ical Ngotot Munas Digelar 30 November

Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) tetap bersikekeuh pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ketujuh Partai Golkar dilaksanakan di Bali pada 30 November 2014. Alasanya, karena pihak panitia penyelenggara sudah mendapatkan izin dari Kepolisian setempat.

‎”Saya sudah bicara dengan Kepala Kepolisian, dan beliau menyampaikan tak ada alasan untuk melakukan suatu pembatalan,” ‎ujar Ical, di Jakarta, Selasa (25/11/2014),

Pernyataan Ical ini untuk menanggapi desakan sebagian fungsionaris partai yang meminta agar Munas tetap diselenggarakan pada Januari 2015. Desakan itu semakin menguat setelah Ical dikudeta oleh Mahkamah Partai Golkar lantaran, sidang pleno di DPP Partai Golkar ricuh pada Selasa malam.

‎Menurut Ical, pelaksanaan Munas tidak perlu melalui izin dari pihak kepolisian, yang ada katanya, cukup pemberitahuan saja bahwa Golkar berencana mengadakan Munas di Bali. Karena itu Kepolisian dianggap tidak punya kewenangan untuk menolak atau menerima Munas tersebut.

“Mudah-mudahan tidak ada alasan lagi,” katanya.

Alasan lain, Ical juga menyebut persiapan Munas sudah matang, dan sah karena telah disetujui pada Rapimnas Golkar di Yogyakarta beberapa pekan yang lalu. Untuk itu, ia tetap optimis Munas besok akan berjalan dengan lancar dan berlangsung secara kondusif.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Endhy Purdijantno meminta agar Polisi tidak mengeluarkan ijin atas penyelenggaraan Munas di Bali. Himbauan itu dikeluarkan untuk menghindari potensi kerusuhan yang lebih besar pasca terjadi bentrokan antar kader Golkar dalam rapat pleno kemarin.

Selain itu, Menko Pohukam juga meminta pimpinan Partai Golkar untuk segera menunda penyelenggaraan Munas di Bali, dengan pertimbangan pada akhir tahun 2014, merupakan puncak kunjungan wisata ke Bali. Dikhawatirkan jika terjadi kericuhan akan mengakibatkan daya tarik wisatawan menurun.

“Menko Polhukam juga meminta pimpinan Partai Golkar untuk menunda penyelenggaraan Munas ke IX dengan pertimbangan pada akhir tahun 2014, merupakan puncak kunjungan wisatawan ke Bali,” jelasnya. (Abn)

 

Related posts