Kamis, 7 Juli 22

Ibu Negara, Iriana Joko Widodo

Ibu Negara, Iriana Joko Widodo
* Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

Ibu Negara Iriana Joko Widodo tetap konsisten dengan kesederhanaannya. Dia telah menebar inspirasi sebagai potret ideal wanita modern Indonesia yang sederhana, sekaligus ‘tahan banting’.

Iriana tak hanya tampil sebagai wanita modern bersahaja, namun juga istri yang tangguh mendampingi suami mengurus negeri dengan persoalan yang begitu kompleks. Di sisi lain, dia adalah seorang ibu sekaligus sahabat yang setia bagi anak-anaknya. Dia tetap konsisten tampil berpakaian, bersikap, dan berperilaku sederhana.

Kesetiaan, kesabaran, dan staminanya yang luar biasa mendampingi tugas keseharian sang suami, maupun dalam kapasitas sebagai seorang ibu rumah tangga, pun memberi inspirasi bagi khalayak luas.

Jabatan dan kelas sosial, baginya, tak boleh menjadi pembenar untuk hidup bermewah-mewahan.

Bahkan, sejak suaminya menjabat Walikota Solo, kemudian melesat kariernya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya berhasil melangkah ke istana sebagai orang nomor satu di negeri ini, dia tetaplah Iriana yang dulu.

Dia masih kerap menggunakan maskapai kelas ekonomi, ketika hendak bepergian dengan pesawat terbang dan tetap nyaman duduk di ruang tunggu kelas ekonomi bandara. Pengawalan Paspampres pun tidak terlihat mencolok atas permintaannya di mana pun dia berada.

Ketangguhan dan stamina prima dirinya terlihat saat mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja Lintas Nusantara selama lima hari ke empat provinsi dari ujung ke ujung negeri (Aceh, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, dan Papua).

Selain dikenal dengan kesederhanaannya, perempuan kelahiran Solo, 1 Oktober 1963, ini, merupakan sosok pendiam namun ramah dan murah senyum. Ibu Ana, demikian sapaan akrab Ibu Negara, tetaplah seorang ibu yang mengurusi keluarga.

Meski hidup berkecukupan, dia kerap memasak sendiri makanan kesukaan Jokowi tanpa mau dibantu orang lain. Dia pun mendidik putra dan putrinya hidup sederhana, mandiri, dan tidak bergantung kepada orang tua.

“Jangan mentang-mentang jadi anak pejabat terus bisa seenaknya,” ungkapnya seperti dikutip sebuah media massa nasional. “Kartini modern jangan sampai meninggalkan kodratnya sebagai seorang istri, ibu, dan bagian dari anggota masyarakat,” ujarnya dia meneruskan.

Dalam berpakaian terlihat ada sedikit perubahan sejak dua bulan lalu. Jika dulu hampir setiap saat mengenakan batik dan busana etnik, kini mulai sesekali mengenakan gaya modern dan chic yang disesuaikan dengan acara. Menurut fashion stylist Erich Al Amin, sudah kewajiban sebagai Ibu Negara tampil modis di berbagai kesempatan.

“Menurutku tampilannya sangat pas, tidak terlalu wah, tapi tetap anggun dan bersahaja,” tambahnya. (Naskah: Andi Nursaiful, Foto: Istimewa)

Tulisan ini dimuat juga di Majalah Women’s Obsession edisi Agustus 2017.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.