Minggu, 22 September 19

Ibu Kota Indonesia Akhirnya Pindah Ke Kaltim

Ibu Kota Indonesia Akhirnya Pindah Ke Kaltim
* Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019). (Foto: Biro pers setpres)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah Indonesia akhirnya memiliki  ibu kota baru. Setelah sebelumnya menimbulkan tanda tanya, pemerintah resmi memutuskan ibu kota negara terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Namun, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengatakan mengenai lokasi pasti ibu kota negara baru tersebut masih belum diputuskan. Pemerintah akan mengumumkan jika sudah ada keputusan.

“Sudah di Kalimantan timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum,” kata Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Dia melanjutkan, begitu lokasi ibu kota di Kaltim ditetapkan, pemerintah akan segera mengunci lahan untuk menghindari spekulan tanah. Sementara itu gedung-gedung yang pertama kali dibangun nantinya adalah kantor presiden, kantor menteri dan DPR.

“Begitu diputuskan lokasinya di mana, (langsung) kita kunci. Tentu yang pertama dibangun kantor presiden, kantor menteri, DPR juga beberapa lainnya,” jelasnya.

Sofyan Djalil menjelaskan pemerintah membutuhkan 3.000 hektar lahan untuk tahap pertama. Selanjutnya akan memerlukan 300 ribu hektar untuk membangun taman dan perlengkapan kota.

“Sehingga bisa bikin kota taman kota indah banyak tamannya orang bisa hidup sehat udara bersih. Kita harapkan jadi kota menarik buat dihidupi,” kata Sofyan.

Sebelumnya diketahui ada dua calon terakhir lokasi ibukota, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Nama Kaltim sendiri santer disebutkan dalam beberapa waktu terakhir menyisihkan Kalimantan Tengah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan calon ibu kota negara harus berada di tengah-tengah. Lokasinya di antara Pulau Kalimantan dan Sulawesi.

“Kita cari lokasi di tengah, memang di air, di Selat Makassar. Antara Kalimantan dan Sulawesi nah kita harus mikir Kalimantan Timur atau Sulawesi Barat,” kata Bambang di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (20/8) lalu.

Berdasarkan dari peta bencana, mantan menteri keuangan ini mengungkapkan bahwa Pulau Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang paling aman dilalui jalur bencana.

“Coba lihat peta Pulau Jawa banyakan merahnya, Sulawesi ketutupan merah, Maluku, Papua semua merah, yang hijau cuma di Kalimantan. Akhirnya kita memutuskan dari peta strategis adalah Kalimantan. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.