Minggu, 29 Mei 22

Ibu Kota Baru Myanmar ‘Hanya’ Dihuni PNS dan Militer

Ibu Kota Baru Myanmar ‘Hanya’ Dihuni PNS dan Militer
* Ibu kota Myanmar, Naypyidaw. (Foto: AFP/CNN)

Ibu kota Myanmar, Naypyidaw, berfungsi sebagai pusat administratif negara yang kini dikuasai junta militer. Alhasil, Naypyidaw lebih banyak dihuni pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota hingga pejabat militer Myanmar.

Sudah 16 tahun Naypyidaw menjadi ibu kota Nyanmar. Myanmar memindahkan ibu kota dari Yangon ke Naypyidaw pada 7 November 2005 lalu.

Meski demikian, nyaris tak ada geliat di sana. Protokoler Perlindungan WNI KBRI Yangon, Cahya Pemengku Aji, menuturkan soal suasana sepi di Naypyidaw.

“Naypyidaw sejauh ini memang masih sepi karena hanya berfungsi sebagai ibukota atau pusat administratif pemerintahan Myanmar, Pusat Bisnis dan Industri tetap di Yangon,” kata protokoler Perlindungan WNI KBRI Yangon, Cahya Pemengku Aji, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (18/1/2022).

Suasana ibu kota yang sepi bahkan sudah terjadi sebelum pandemi Covid-19 dan kudeta yang dilakukan militer Myanmar pada Februari 2021.

“Naypyidaw hanya dihuni, sebagian besar PNS, pegawai pemerintah, dan keluarganya. Sejak sebelum Covid-19 dan Kudeta sudah sepi,” tandas Aji.

Kantor kedutaan Indonesia, menurut Aji, juga masih bertahan di Yangon. Hanya ada beberapa kantor penghubung yang buka di Naypyidaw.

Ia kemudian menegaskan di Naypyidaw memang sangat sepi meskipun infrastruktur sudah dibangun secara besar-besaran, seperti jalanan, hotel, hingga pusat perbelanjaan. Kota ini miliki dataran tinggi dan dataran rendah.

“Tapi relatif hanya penghuni Naypyidaw di atas yang beraktivitas. Apalagi saat ini ada pembatasan, hanya yang memiliki undangan dan izin yang dapat berkunjung,” ungkap Aji.

Salah satu warga Myanmar, Emma, juga menyatakan hal serupa. “Karena sebagian besar orang yang tinggal di Naypyidaw adalah pejabat pemerintah dan kerabat Junta. Di lain pihak, sebagian besar abdi pemerintah ikut serta dalam gerakan pembangkangan sipil (CDM),” kata Emma kepada CNNIndonesia.com.

Emma melanjutkan ceritanya, saat awal kudeta banyak pejabat pemerintah yang tergabung dalam CDM dan melarikan diri menghindari penculikan militer. Kini, ia juga tak bisa memastikan apakah mereka yang pernah ikut CDM dipaksa kembali bekerja oleh junta atau masih ikut gerakan pembangkangan itu. Pihak militer juga mengerahkan banyak pasukan di kota ini.

“Saya kira berita dari Naypyidaw terbatas karena banyak pasukan junta dikerahkan di mana-mana di Naypyidaw,” ungkap Emma.

Dua bulan lalu, saat salah satu teman Emma akan kembali ke rumahnya di dekat kota Naypyidaw, ia harus melewati banyak pemeriksaan di pos-pos pintu masuk. Padahal, dia membawa kartu identitas.
“Saya dengar tidak mudah masuk Naypyidaw karena ada banyak gerbang pemeriksaan di pintu masuk Naypyidaw,” kata Emma.

Myanmar kini berada dalam kekacauan usai militer mengambil alih kekuasaan pada Februari 2021 lalu. Mereka menangkap para pejabat negara termasuk presiden dan penasihat negara, Aung San Suu Kyi.

Tak hanya itu, militer juga tak segan membunuh siapa saja yang menentang kekuasaannya. Sejauh ini menurut Asosiasi Bantuan Tahanan Politik, korban tewas akibat kudeta mencapai 1.480 jiwa, sementara yang ditangkap 11.583 orang.

Terlepas dari problem kudeta, salah satu situs perjalanan, Scandasia, menggambarkan Naypyidaw bak kota hantu saat penulisnya mengunjungi kota tersebut. Mereka mengelilingi kota selama 45 menit.

Mereka juga membandingkan Canberra yang hanya berisi kantor kedutaan dan London.

Menurutnya, dengan kota yang kosong seperti itu tak banyak orang-orang berada di luar ruangan sebagaimana dirinya. Mereka lalu singgah ke sebuah hotel. Hotel itu memiliki 200 kamar dan tampak sepi dari pengunjung.

The Guardian bahkan melaporkan, jika berkendara di Naypyidaw seseorang akan lupa kalau sedang berada di Myanmar.

Di kedua sisi jalan, tampak deretan gedung-gedung raksasa yang tak berujung, hotel bergaya villa, dan pusat perbelanjaan tampak seperti jatuh dari langit, semuanya dicat dengan warna-warna pastel: pink muda, biru muda, dan krem.

Jalan-jalan tampak seperti baru diaspal dan dipagari dengan bunga-bunga dan semak-semak yang dipangkas dengan hati-hati.

Bundaran yang ditata dengan cermat menampilkan patung bunga yang besar. Jalan-jalan dirancang untuk kendaraan bermotor atau mobil bukan pejalan kaki.

Luas kota Naypyidaw sekitar 4.800 km, luas ini enam kali lipat dari Kota new York. Segalanya tampak lebih besar. (CNN/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.