Sabtu, 16 Oktober 21

Ibu Ini Bisa Hidup dengan Jualan Keripik Pisang

Ibu Ini Bisa Hidup dengan Jualan Keripik Pisang

Timika, Obsessionnews – Berbagai cara yang bisa dilakukan orang demi menghidupi keluarganya. Tapi Tekla Madai, memilih berdagang keripik pisang. Sejak 2012 Tekla memulai usaha dengan berdagang keripik pisang.

“Ini dari kemauan saja, semua pasti ada hasilnya,” tutur Tekla saat ditemui di koisnya di Jalan Perintis Ujung, Distrik Mimika Baru, Sabtu (21/3/2015).

Dalam sebulan warga Distrik Mimika baru ini rata-rata bisa meraup Rp 5 juta. Uang dari hasil keutungan itu ia tabung di rekening kelompok. Hingga saat ini uang yang sudah dia kumpulkan dari hasil usahanya itu sebesar Rp 16 juta.

“Sekali masak bisa habiskan tiga tandan pisang, kalau goreng paling tiga kali sehari,” katanya.

Ibu Tekla sudah memiliki pasar sindiri, sehingga tidak perlu khawatir dagangnya bisa lalu atau tidak. Cukup dengan menyalurkan ke kios-kios langgannya, pasar hingga ke tempat-tempat hiburan.

“Kita biasanya titip dulu, kalau orang belanja banyak paling 2 minggu baru kita ambil,” katanya dengan logat Papua yang medok.

Dia memperkejakan empat orang karyawannya, uang dari hasil keuntungan itu digunakan untuk gaji karyawan, bayar sewa lahan hingga operasional. Sisanya ia tabung untuk masa depan keluarganya.

“Kadang kita putar lagi, kita putar lagi baru hasilnya kita taruh di bank,” ujar dia.

Tekla merupakan warga binaan dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Kehidupan ekonominya yang hanya pas-pas membuat dia harus berusaha keras.

Sebelum menjadi warga binaan, Takla mulanya menjalani aktifitas sebagai penganyam noken, dan penjual roti keliling. Karena hasratnya yang tinggi LPMAK memberi bantuan modal Rp 30 untuk membuka usaha barunya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.