Jumat, 3 April 20

Ibadah Umrah Dihentikan Sementara, Agen Travel Bisa Rugi Rp100 Miliar

Ibadah Umrah Dihentikan Sementara, Agen Travel Bisa Rugi Rp100 Miliar
* Ibadah umrah di Tanah Suci. (Foto Albar / OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan ibadah umrah untuk sejumlah negara. Hal ini untuk mencegah tersebarnya virus corona yang masih belum bisa teratasi, dan semakin menyebar luas.

Kebijakan itu tentu berakibat kurang baik bagi para agen travel. Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi memperkirakan potensi kerugian perusahaan travel umrah dalam dua pekan ke depan bisa mencapai Rp 100 miliar.

“Dari Indonesia bisa 50-60 ribu jemaah yang berpotensi batal berangkat kalau visa dilarang untuk dua pekan ke depan. Itu kalau dikalikan rata-rata 20 juta rupiah, maka bisa 100 miliar rupiah,” ujar Syam saat dihubungi, Kamis (27/2/2020).

Ia mengatakan visa umrah biasanya diterbitkan dua pekan atau sepuluh hari sebelum keberangkatan. Sebab, pemerintah Arab memang membatasi waktu maksimum visa selama 15 hari. Jika sudah diterbitkan, dan jamaah tidak bisa umrah, maka kerugian menjadi lebih besar.

Namun jika, visa belum keluar, maka potensi kerugian itu bisa lebih kecil. Sebab, agen travel bisa berbicara dengan hotel dan perusahaan maskapai sehingga uang deposit yang sudah dibayarkan bisa ditangguhkan dulu dan pemesanan bisa diundur sampai kondisi memungkinkan. Sehingga, tidak ada pihak yang dirugikan.

“Apalagi kan kami sudah menerima uang jemaah, harus dikembalikan kalau tidak berangkat,” tuturnya.

Hingga saat ini, Syam mengaku belum mendapatkan pengumuman resmi dan terperinci mengenai kebijakan pemerintah Arab tersebut. Untuk itu, ia bakal melihat kelanjutan kebijakan tersebut pada sore hari ini. Ia berharap jemaah yang telah mengantongi visa umrah tetap bisa datang ke Tanah Suci dan tidak perlu dibatalkan.

Dalam waktu dekat, Syam mengatakan asosiasinya segera menggelar rapat untuk mengambil kebijakan cepat. Namun, ia mengingatkan kepada semua pihak bahwa persoalan ini bukan hanya terkait dengan kerugian. Namun juga soal hak ibadah kepada Allah. “Sebagai umat islam jangan lupa kepada Allah, sebut inalillahi wainnailaihi rajiun, ini musibah,” tutur dia.

Kementerian Agama juga mengakui belum mendapatkan pengumuman resmi dari Kerajaan Arab Saudi mengenai penghentian sementara umrah. “Belum ada pemberitahuan ke kami secara resmi,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Suhaili saat dihubungi, Kamis, 27 Februari 2020.

Suhaili mengatakan pihaknya masih menunggu pemberitahuan resmi dari pemerintah kerajaan. Ia mengatakan pihaknya akan memberi tahu masyarakat. “Nanti kalau sudah ada saya infokan,” kata dia.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dikabarkan menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari seluruh negara. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona. Wabah virus Corona telah menjangkiti di sejumlah kawasan timur tengah, seperti di Afghanistan, Oman, dan Lebanon. Di Iran, dua orang terduga virus Corona dilaporkan meninggal. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.