Minggu, 22 September 19

IAID 2019 Hasilkan Kesepakatan Bisnis Senilai 822 Juta USD

IAID 2019 Hasilkan Kesepakatan Bisnis Senilai 822 Juta USD
* Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, 20-21 Agustus 2019. (Foto: Kemenlu RI)  

Nusa Dua, Obsessionnews.com – Dalam dua hari (20-21 Agustus 2019) terselenggaranya Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, telah dihasilkan kesepakatan bisnis senilai 822 juta USD atau sekitar Rp 12,3 triliun, dan diperkirakan angkanya akan terus bertambah. Nilai ini meningkat dari hasil yang dicapai Indonesia Afrika Forum (IAF) pada 2018 lalu.​

 

Baca juga:

Bakamla RI Sebagai Indonesian Coast Guard adalah Keniscayaan

Australia Dukung Pemberantasan Narkoba di Indonesia

Malaysia Sebut Sistem Pengendalian Jemaah Haji Indonesia Terbaik!

 

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis (22/8/2019), disebutkan kesepakatan bisnis yang tercapai merupakan hasil dari kepercayaan yang terbangun dengan negara-negara di Afrika. Indonesia dan negara-negara Afrika tidak lagi terjebak dalam romantisme Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Indonesia dan Afrika telah melangkah maju dengan kerja sama yang lebih konkret.

IAID yang telah dibuka Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Agustus 2019 berhasil melakukan terobosan bagi penguatan kerja sama dengan Afrika. Selama berlangsungnya IAID ini, Menteri Luar Negeri RI dan Wakil Menteri Luar Negeri RI secara simultan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan beberapa negara Afrika seperti Uganda, Madagaskar, Maroko, Senegal, Guinea Equatorial, Namibia, Tanzania, Botswana, Somalia, dan Niger. Menlu RI juga berkesempatan bertemu dengan H.E. Raila Odinga, High Representative of African Union for Infrastructure Development.

IAID berhasil melakukan terobosan strategi bagi penguatan kerja sama dengan Afrika. Selain menghasilkan kesepakatan bisnis, melalui IAID Indonesia telah menandatangani Joint Statement dengan Djibouti mengenai rencana pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA). Sementara, PTA dengan Mozambique akan ditandatangani dalam waktu dekat.

Selain itu Indonesia telah melaksanakan putaran pertama perundingan pembentukan PTA antara Indonesia dan Mauritius dalam dua hari terakhir. Kemlu sebagai ujung tombak diplomasi, terutama diplomasi ekonomi, bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan terus mendorong PTA dengan pasar non-tradisional guna peningkatan ekspor produk-produk Indonesia.

Dari sisi kiprah bisnis baik BUMN dan swasta, IAID berhasil memfasilitasi perluasan ekspansi ke Afrika, di antaranya investasi Energi Mega Persada di sektor migas di Mozambik, dan Sinar Antjol yang terus melakukan ekspansi ke Ethiopia, Ghana dan yang terbaru ke Tanzania.

 

Baca juga:

FOTO Prajurit TNI Shalat Idul Adha di Pedalaman Afrika

PTA Pertama Indonesia dengan Afrika Resmi Terjalin

Dirgantara Indonesia Sepakat Jual Pesawat ke Dua Negara Afrika

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.