Rabu, 17 Juli 19

I La Galigo Karya Sastra Terbaik di Dunia dari Suku Bugis akan Dipentaskan di Ciputra

I La Galigo Karya Sastra Terbaik di Dunia dari Suku Bugis akan Dipentaskan di Ciputra
* Karya sastra I La Galigo dari Bugis. (Foto: Medsos)

Jakarta, Obsessionews.com – Bagi kalangan seniman nama I La Galigo tentu sudah tidak asing lagi. Ya, I La Galigo merupakan karya sastra Bugis Kuno berbentuk puisi yang berisi tentang genesis orang Bugis dan filosofi kehidupan manusia. Puisi yang penuh makna ini memiliki kandungan ilmu sastra yang begitu dalam.

Menurut para peneliti, naskah I La Galigo memiliki panjang sekitar 300,000 baris, yang dua kali lebih panjang dibandingkan karya sastra klasik dunia lain seperti Mahabharata dan Odyssey. Bukan hanya di Indonesia, naskah I La Galigo juga tersebar ke mancanegara.

Beberapa di antaranya ada yang ke Inggris, Belanda, USA dan sebagian koleksinya dimiliki oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah kuno I La Galigo oleh beberapa pakar di bidang pernaskahan nusantara, dianggap sebagai salah satu karya agung dunia.

Dalam sastra itu terdapat dua bagian, bagian pertama yang dianggap sangat sakral menceritakaan penciptaan langit dan bumi, asal usul kehadiran manusia dan nenek moyang. Bagian kedua menceritakan kehidupan tokoh utama Sariwegading dan I La Galigo. Kisah I La Galigo telah sukses diwujudkan dalam bentuk seni pertunjukan kolosal di berbagai negara.

Tidak hanya itu, naskah I La Galigo juga sudh beberapa kali dipentaskan.  Naskahnya diadaptasi dari Sureq Galigo, yang telah diakui UNESCO sebagai World Heritage – Memory of The World. Pementasan I La Galigo bisa menceritakan suatu epos petualangan, dongeng moral, dan pencarian cinta sejati yang dilakukan dengan penuh keberanian oleh keturunan para dewa.

Hingga kini I La Galigo sudah mendapatkan pengakuan dunia. Edward Rothstein dari The New York Times, menyebutnya sebagai “stunningly beautiful music-theater work” ketika lakon ini dimainkan di festival Lincoln Center pada pertengahan 2005 di New York, Amerika Serikat.

Pengakuan serupa juga datang ketika lakon ini pertama kali dipentaskan di Singapura, dan tur keliling dunia dari sembilan negara. Di antaranya di Belanda, Barcelona, Prancis, Italia, China Taipe, Australia, Kota Milan dan negara-negara lain.

Bahkan belum lama ini I La Galigo dipilih sebagai pementasan khusus berkelas dunia pada saat Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Bali. Penghargaan internasional pada karya ini sudah terbukti.

Selanjutnya I La Galigo’ bakal dipentaskan pasa 4-7 Juli 2019 di Ciputra Artpreneur Theater. Tiketnya dibanderol seharga Rp 475 ribu hingga Rp 1.850.000. sebelumnya Ciputra sudah sukses mengadakan pementasan ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.