Selasa, 29 November 22

HUT ke-70, DPR Janji Perbaiki Legislasi

HUT ke-70, DPR Janji Perbaiki Legislasi

Jakarta, Obsessionnews – Memperingati ulang tahun yang ke 70, DPR RI berjanji akan memperbaiki kinerjanya dalam hal legislasi. Bahkan, program legislasi akan menjadi prioritas utama dalam pada masa sidang kelima tahun ini. Setelah di masa sidang sebelumnya, DPR hanya mampu menghasilkan empat produk Undang-Undang (UU).

“Saya kira pada masa sidang ini akan menghasilkan sejumlah UU. Kita harapkan bisa per komisi ada beberapa nanti yang ditetapkan,” ujar ‎Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di DPR, Jumat (28/8/2015).

Fadli menyadari, lemahnya fungsi DPR dalam hal legislasi‎ lantaran sejak awal anggota DPR sempat diributkan dengan adanya blok Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Koalisi Merah Putih (KMP). Perseturuan ini setidaknya telah menghabiskan waktu tiga bulan, tanpa menghasilkan kinerja apapun.

“Pembahasan kita kan memang startnya agak terlambat karena waktu itu ada perbedaan-perbedaan. Jadi prolegnas itu baru ditetapkan awal Januari kalau tidak salah,” terangnya.

Menurut Fadli, membuat UU memang tidak semudah membalikan telapak tangan. DPR kata dia bukan pabrik UU yang setiap hari bisa mengeluarkan prodak. Harus ada skala prioritas dalam pembuatan UU disesuaikan dengan kebutuhan. Karena itu ada program Legislasi Nasional (Prolegnas).

“Karena kita ini bukan pabrik UU kita membuat uu sesuai dengan kebutuhan. Ada juga sejumlah UU belum tentu diterima, bisa ditolak, misalnya RUU Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR),” katanya.

Atau kata dia, revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Menurutnya tidak mudah untuk merumuskan UU jaman peninggalan kolonial itu. Sebab sejak tahun 1960 revisi tersebut belum juga selesai, dan tahun ini DPR melalui Komisi III akan memprioritaskan revisi UU KUHP.

Politisi Partai Gerindra ini menepis, lemahnya fungsi DPR dalam hal legilasi disebabkan, karena anggota DPR disibukkan dengan wacana pembangunan gedung baru, dan usulan program pembangunan daerah pemilihan atau dana aspirasi.

“Jadi tidak ada masalah saya kira, ini berjalan terus. Yang lainnya juga pengawasan kita jalankan. Budgeting kita jalankan. UU kita jalankan. Memang sedang dalam proses,” tuturnya.

Targetnya, kata Fadli DPR akan menghasilkan 20 UU tahun ini. Namun, ia kembali menegaskan semua itu tergantung situasi dan kondisi politik di DPR. “Sekitar hampir lebih dari 20 mgkin ya. Karena kan belim tentu yang lain juga diterima. Tergantung politik. Bukan berartu kita rencanakan 37, harus 37 jadi UU, tidak harus begitu,”tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.