Rabu, 15 Juli 20

Huru Hara Zaman Now

Huru Hara Zaman Now
* Nazwar Syarif.
Menjelang pilkada publik diramaikan dengan pemberitaan kengerian. Penganiayaan bahkan pembunuhan ulama oleh orang yang katanya “gila” terjadi di Jawa Barat.
Dan berita yang masih hangat adalah tentang Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Kecamatan Gamping, Sleman, yang diserang pada minggu (11/2). Pelaku yang bernama Suliono (23), Warga Banyuwangi itu menyerang saat ratusan orang tengah menjalankan misa. (detiknews.com)
Pemberitaan berlanjut, konon Suliono dikatakan terkait dengan pemikiran dan pemahaman radikal dan intoleran. Banyak komentar tentang peristiwa ini dari para pejabat, politisi, analis, pengamat, dan Ulama.
Catatan Ringan
Saya mencium aroma framming pemberitaan jelas-jelas tidak adil. Penganiayaan dan pembunuhan Ulama dinyatakan telah dilakukan oleh orang yang katanya “gila”. Ini sangat berbeda dengan peristiwa penyerangan gereja di Yogyakarta yang disebut telah diserang teroris lalu dikaitkan dengan Islam. Ada apa?
Huru hara kengerian ini diekspos ke media. Mengarahkan opini bahwa negara pada kondisi darurat konflik. Ketika suara perubahan mengarah ke Islam, peristiwa terorisme diangkat di jagad media. Agaknya, ada upaya untuk mengarahkan atau bahkan “menciptakan” suasana menuju perubahan namun bukan kepada norma agama (Islam).
Tentu sebagai seorang muslim wajib yakin bahwa perubahan ke arah Islam adalah perubahan positif yang harus menjadi orientasi perjuangan. Indonesia mayoritas muslim, perubahan kepada Islam adalah sah dan legal.
Jakarta, 13 Februari 2018
Nazwar Syarif – Analis IJM
(Indonesia Justice Monitor)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.