Jumat, 24 September 21

Hukuman Kebiri Harus Ada Kajian Ilmiah

Hukuman Kebiri Harus Ada Kajian Ilmiah
* Yohana Susana Yembise

Jakarta, Obsessionnews – Meski Pemerintah telah memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) mengenai hukuman kebiri bagi para pelaku paedofil, harus ada kajian yang ilmiah.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, mengatakan diperlukan suatu kajian ilmiah, dalam mendukung keputusan hukuman kebiri itu.‬ Walaupun dalam rapat terbatas dengan Presiden RI Jokowi, bahwa hukuman kebiri telah diputuskan untuk dilaksanakan.

“Tetapi, sebagai akademisi, saya melihat perlu ada kajian ilmiah, sebelum membuat kesimpulan soal hukuman kebiri ini,” ujar Yohana, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PP dan PA, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).‬

‪Menurut Yohana, dalam beberapa minggu terakhir setelah wacana hukuman kebiri diusulkan, muncul berbagai pandangan pro dan kontra mengenai hal tersebut. Salah satunya, mengenai pengukuran efektivitas hukuman terhadap angka kejahatan seksual terhadap anak.‬

‪”Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Tetapi, saya tetap harus melihat input dan response yang masuk,” kata Yohana.‬

‪Beberapa pandangan menyebut bahwa hukuman kebiri tidak menyelesaikan masalah. Misalnya, di beberapa negara hukuman kebiri telah diatur dalam undang-undang pidana, namun tidak ada satupun penelitian yang menunjukkan bahwa hukuman itu dapat mengurangi angka kejahatan seksual terhadap anak.‬ (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.