Minggu, 20 Januari 19

Menanti Keadilan Hakim dari Kasus Sisca Dewi dengan Irjen Bambang

Menanti Keadilan Hakim dari Kasus Sisca Dewi dengan Irjen Bambang
* Sisca Dewi saat menjalani sidang kasus pencemaran nama baik di PN Jaksel. (Foto istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kasus dugaan pencemaran nama baik Inspektur Jenderal Bambang Sunarwinowo dengan terdakwa artis Sisca Dewi masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kasus ini menuai perhatian publik, sebab menyangkut perkawinan antara jenderal polisi dengan seorang artis. Setelah pernikahan mereka terungkap, Bambang menuding Sisca melakukan pemerasan dan pencemaran nama baik.

Dalam replik yang dibacakan jaksa pada Kamis (3/1/2019), disebut Sisca melakukan pemerasan terhadap Bambang yang diakui dikawini secara siri. Menurut Jaksa Lasmaria Siregar, Sisca kerap mengancam akan menyebar foto pernikahan sirinya bila tidak memenuhi keinginannya, yakni dikawinkan secara sah oleh negara.

“Terdakwa mengancam mempermalukan Bambang,” ujar Lasmaria di PN Jaksel.

Tidak hanya itu, Sisca bahkan ditunding selalu menjadikan Bambang sebagai mesin penghasil uang. Jaksa menyebut Sisca pernah mengatakan itu kepada temannya yang bernama Zulkifli. Salah satu permintaan Sisca, kata jaksa, adalah ia minta dua kali dibelikan rumah.

Rumah pertama dibeli di kawasan Jalan Pinguin, Bintaro, Jakarta Selatan, seharga Rp 10 miliar pada September 2016. Rumah mewah kedua dibeli seharga Rp 25 miliar di Jalan Lamandau, Jakarta Selatan setelah Sisca Dewi mengancam Bambang sebanyak dua kali pada Maret dan Mei 2017.

Salah satu ancamannya adalah melaporkan Bambang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mendapat ancaman pemerasan itu, Bambang pun memenuhi permintaan Sisca Dewi.

Untuk membayar kedua rumah mewah yang salah satunya dilengkapi lift itu, Jaksa menyebut Bambang memperoleh uang dari seorang pengusaha. “Dengan ancaman tersebut membuat saksi Bambang Sunarwibowo menjadi takut.”

Sisca Menjawab Tudingan Jaksa

Apa yang disampaikan Jaksa menurut Sisca tidak ada yang benar sama sekali. Tuduhan adalah cerita fiktif yang cenderung direkayasa. Ia berani bersumpah bahwa pernikahan siri dengan Bambang sah secara agama. Tidak ada paksaan atau hak yang dilanggar.

Sisca mengatakan pernikahannya disaksikan oleh orang tuanya yang menjadi wali nikah, Zulkifli saksi pernikahan dan penghulu yang menikahkannya. Pernikahan berlangsung pada Rabu, 17 Mei 2017 di Putri Duyung Cottage Ancol, Jakarta Utara.

Menurut Sisca, acara pernikahan berlangsung cukup khidmat dan Irjen Bambang Sunarwibowo memberikan emas kawin berupa rumah di Jalan Pinguin, Bintaro, Tangerang Selatan, dan seperangkat alat salat. Semua diberikan tanpa paksaan, suka sama suka.

Sisca juga mengatakan tidak benar diawal hubungannya, Bambang memberikan hadiah kepada Sisca. Yang benar kata dia, justru Sisca yang memberikan hadiah kemeja batik rancangan Iwan Tirto seharga Rp 11 juta. Hadiah itu diberikan pada saat Bambang ulangan tahun pada 24 Mei 2016.

“Terima kasih sayang, ini peristiwa pertama dalam hidup saya diberi perhatian dan kejutan di hari ulang tahun saya. Belum pernah saya alami selama ini. Sekali lagi terima kasih sayang,” ujar Sisca menirukan ucapan Bambang waktu itu.

Sisca juga mengatakan tidak benar bahwa dirinya selalu mengancam akan menyebarkan foto untuk menekan dan memeras. Yang ada, kata dia, instagram dan email miliknya diretas oleh orang suruhan Bambang tanpa alasan yang jelas.

“Kami banyak berfoto justru setelah hubungan kami diketahui Vuri, istri pertama Bambang. Saya juga tidak pernah menyebar foto berdua di media sosial. Yang ada IG dan email saya diretas sama Bambang,” jelasnya.

Apalagi sampai dituduh melakukan pemerasan berupa rumah. Sisca menegaskan rumah di Jalan Pinguin dibeli Bambang sebagai mas kawin. Bambang sendiri yang memilih dan membayar rumah tersebut. Saat pertama ditempati pada April 2017, Sisca dan Bambang mengundang anak yatim dan kerabat untuk syukuran.

Bahkan rumah yang diberi di Kebayoran Lama Jakarta Selatan dibeli dengan urunan. Sisca mengambil pinjaman kredit dari Bank Mitra Niaga sebesar Rp 7 miliar. Lalu dia menambah dana kredit lagi sebesar Rp 6 miliar untuk finishing sekaligus pembelian perabotan rumah.

Sisca lalu membantah pernyataan Bambang di BAP bahwa dirinya telah melaporkan ke KPK atas kasus ini, sehingga istri pertama, Vuri, sempat diperiksa KPK. Ia memastikan pernyataan Bambang bohong. “Silakan cek di KPK apakah ada laporan atas nama saya. Waktu di PN Jaksel saksi Vuri juga dipanggil untuk dimintai keterangan, Vuri bilang tidak pernah diperiksa KPK,” kata Sisca.

Sisca juga mempermasalahkan pernyataan JPU yang meragukan kesaksian orang tua dirinya, Nehruwati dan Bambang Herwanto, serta kerabatnya, Farida Nuraeni, terkait pernikahan dirinya dengan Irjen Bambang.

Jaksa beralasan Nehruwati tak disumpah terlebih dahulu, sementara Farida berstatus tertimonium de auditu lantaran hanya mendengar. “Bahwa dalam persidangan pemeriksaan saksi kedua orang tua saya, pihak JPU-lah yang menyatakan keberatannya diambil sumpah,” ujar Sisca.

“Tapi anehnya, kini mengapa sekarang JPU sendiri yang mempersoalkan tentang saksi tak disumpah?” ucap Sisca Dewi.

Pada Kamis, 3 Januari 2018, Jaksa Lasmaria Siregar berpendapat bahwa keterangan saksi yang diberikan tidak di bawah sumpah, sehingga tidak bisa dijadikan alat bukti, sekalipun keterangan tersebut saling bersesuaian.

Menurut dia, mengacu Pasal 185 Ayat 7 KUHAP, dijelaskan bahwa keterangan dari saksi yang tidak disumpah meskipun sesuai satu dengan yang lain, tidak bisa menjadi alat bukti.

Namun, apabila keterangan itu sesuai dengan keterangan dari saksi yang disumpah baru dipergunakan sebagai tambahan alat bukti yang sah yang Iain.

Sisca ingin menjelaskan, bahwa apa yang disampaikan jaksa dan Bambang tidak benar dan mengada-ada. Sisca juga punya bukti percakapan para saksi yang diintimidasi dan diancam oleh intel polisi, agar tidak menyampaikan fakta-fakta yang sebenarnya. Termasuk pengulu dan saksi nikahnya.

“Orang-orang Bareskrim salah satunya Irwansyah selalu melakukan intervensi terhadap Jaksa di ruangan belakang PN Jaksel,” jelasnya.

Ia berharap hakim dalam putusannya bisa memberikan keadilan. Tidak hanya menjadikan keterangan jaksa sebagai dasar hukum dalam mengambil keputusan. Menurutnya fakta yang disampaikan Sisca dalam surat pledoinya juga harus dijadikan dasar pertimbangan bagi hakim.

“Saya berharap sidang putusan pada 14 Januari besok, hakim bisa membuka mata hatinya untuk benar-benar berlaku adil. Tidak hanya mendengarkan keterangan jaksa sebagai dasar hukum, tapi juga fakta-fakta yang kami sampaikan,” pintanya.

Perkara ini berawal saat Sisca Dewi menyatakan telah menikah dengan Irjen Bambang Sunarwibowo secara siri. Sisca mengklaim pernikahan dilakukan di Ancol, Jakarta Utara, 17 Mei 2017. Sisca pun sempat mengunggah kedekatannya dengan sang jendral polisi tersebut di akun instagramnya.

Adapun Irjen Bambang Sunarwibowo yang membantah pernah menikah siri dengan Sisca Dewi, lantas melaporkannya ke polisi atas pencemaran nama baik. Sisca Dewi lalu ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan dari Direktorat Tindak Pidana Siber yang berlaku 10-11 Agustus 2018. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.