Minggu, 27 November 22

Hukum Tidak Adil, Baiq Nuril Berniat Bunuh Diri

Hukum Tidak Adil, Baiq Nuril Berniat Bunuh Diri
* Baiq Nuril merasa ukungan dari banyak pihak menguatkan dirinya.. (BBC)

Merasa tidak ada keadilan hukum di negeri ini, korban pelecehan seksual Baiq Nuril pernah berniat hendak bunuh diri menyudahi masalah yang sedang dihadapinya namun dicegah oleh anak-anaknya.

Baiq Nuril mengaku sempat putus asa di tengah upayanya menuntut keadilan terkait, tetapi dukungan kuat dari anak-anaknya membuatnya terus berani melangkah.

Bermula dari apa yang disebutnya sebagai pelecehan seksual yang kerap dialaminya, ibu tiga anak ini kemudian memberanikan diri untuk merekam pembicaraan antara dirinya dan atasannya lewat telepon.

Rekaman pembicaraan itulah yang kemudian dibeberkan dan diharapkannya menjadi bukti sekaligus menjadi keputusan terpentingnya untuk memberanikan diri untuk bersuara.

Namun demikian, di sisi lain, keputusannya itu dianggap bermasalah secara hukum, sehingga dilaporkan atas sangkaan mendistribusikan atau mentransmisikan konten kesusilaan.

Dalam pusaran ketegangan seperti itulah, termasuk keberaniannya membuka kasus dugaan pelecehan seksual atas dirinya, membuata Baiq Nuril mengaku dihadapkan jalan terjal yang tidak gampang.

“… Saya ingin menyudahi ini semua, karena terlalu capek,” ungkapnya dalam wawancara khusus dengan wartawan BBC News Indonesia, Selasa (9/7/2019) di Jakarta.

Baiq Nuril beberapa kali meneteskan air mata karena mengingat masa terberat dalam hidupnya. (BBC)

 

Namun kehadiran orang-orang terdekatnya, termasuk anak-anaknya, juga sokongan berbagai pihak, menyadarkan Baiq Nuril untuk tetap berusaha tegar dan kukuh menuntut keadilan.

“Mungkin kalau tidak ada mereka (anak-anak), saya sempat berpikir untuk bunuh diri, biar persoalan selesai. Tapi saya cepat-cepat berpikir, siapa lagi yang akan antar mereka gapai cita-cita kalau bukan saya,” ucap Baiq Nuril.

Rute penerbangan dari Lombok ke Jakarta harus dia jalani berkali-kali demi tujuan itu, sekaligus menyadarkan agar kaum perempuan berani melapor terkait kekerasan seksual yang dialaminya.

Dan pada Selasa siang (8/7), Nuril didampingi Rieke Diah Pitaloka termasuk pengacaranya, Joko Jumadi, terus menyuarakan tuntutannya agar Presiden Joko Widodo “turun tangan” dengan menurunkan amnesti setelah Mahkamah Agung menyatakan dirinya bersalah sehingga harus dihukum. (*/BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.