Selasa, 18 Mei 21

Hukum Menyogok Saat Daftar Kerja

Hukum Menyogok Saat Daftar Kerja
* KH Luthfi Bashori.

 

Oleh: KH Luthfi Bashori, Pengemban Dakwah

Apa hukumnya jika seseorang melakukan kecurangan dalam tes mencari kerja kemudian dia masuk tapi dengan cara curang tersebut, contohnya dia menyogok petugas yang menerima tes dan apa hukumnya gaji orang tersebut?

Bagaimana hukum kerja dengan cara menyogok ketika daftar masuknya?

Di dalam hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan:

الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي فِي النَّارِ

“Orang yang menyogok dan yang menerima sogokan maka tempatnya di neraka”.

Kalau ada orang bekerja dengan cara curang, curangnya tadi misalnya dengan menyogok ketika mau masuk kerja, maka dia telah berdosa dan orang ini termasuk calon penduduk neraka.

Bagaimana dengan pegawai yang menerima sogokan tersebut?

Semisal dalam perusahan kan ada level-level pegawainya, ada bawahan, juga ada atasan, semacam direktur dan juga ada pemiliknya, misalnya pemilik saham.

Bagaimana kalau direkturnya ini menerima uang sogokan dari salah satu calon pekerja?

Maka calon pekerja yang menyogok tadi sama halnya berada pada jalan menuju ke neraka, demikian juga direktur tersebut, ikut menjadi calon penduduk neraka. Itu sesuai dengan makna hadits tadi.

Sedangkan memakan gaji yang didapatkan, ini jadi berdosa terus menerus.

Lantas bagaimana cara tobatnya?

Caranya dengan keluar dari tempat pekerjaan yang dia geluti dengan hasil sogokan.

Kalau dia tetap bertahan di situ dengan menikmati fasilitas sogokan atau hasil sogokan maka akan terus menerus berdosa.

Maka jika ingin bertobat, carilah pekerjaan yang statusnya baik, tidak terkait sogok menyogok, walaupun pekerjaan itu bersifat ala kadarnya, misalnya jualan bakso dengan gerobak rombong, tentu tidak masalah, yang penting pekerjaannya itu halal.

Tentu jauh lebih baik daripada mendapatkan gaji yang besar tapi dari hasil sogokan tadi.

Begitulah masalah hukum sogok menyogok, bisa saja diterima tobatnya asalkan benar-benar dia keluar dari lingkungan yang semula dia mencari pekerjaan dengan cara yang tidak halal, atau dengan cara yang curang tadi.

Jadi, sebaiknya dia pindah ke tempat pekerjaan yang lainnya, boleh juga dia pindah ke pabrik yang lain, asalkan tatkala daftar pertama kali masuk, tanpa uang sogok sepersen pun. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.