Kamis, 18 Agustus 22

HTI: Naim ‘Otak Bom Sarinah’ Dipecat Sejak 2010

HTI: Naim ‘Otak Bom Sarinah’ Dipecat Sejak 2010
* Bahrun Naim

Jakarta, Obsessionnews Nama Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo, mendadak terkenal sejak disebut polisi, dalang aksi teror di depan Gedung Sarinah, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) kemarin. Bagaimana kiprahnya di Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI?

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muhammad Ismail Yusanto kepada Obsessionnews.com, Senin (18/1) mengakui, jika Naim memang pernah mengaji di HTI tahun 2009 silam.

“Namun sejak 2010 kami keluarkan, karena tidak sejalan dengan garis perjuangan HTI yang menempuh jalan damai. Dia lebih memilih garis perjuangan dengan jalan kekerasan,” tambah Ismail.

Bahrun Naim
Bahrun Naim

Sebelumnya, HTI mengutuk keras bom Thamrin.

1. Mengutuk dengan keras pelaku peledakan dan serangan itu sebagai tindakan dzalim luar biasa. syariat Islam dengan tegas melarang siapapun dengan motif apapun membunuh dirinya sendiri, membunuh orang tanpa haq, merusak milik pribadi dan fasilitas milik umum, apalagi bila tindakan itu menimbulkan korban dan ketakutan yang meluas.

2. Menyerukan kepada semua pihak, khususnya kepolisian dan media massa, untuk bersikap hati-hati menanggapi spekulasi yang mengaitkan bom Thamrin itu dengan kelompok, gerakan atau organisasi Islam. Dari sekian kemungkinan, bisa saja peledakan bom itu sengaja dilakukan oleh orang atau kelompok, atau bahkan negara tertentu untuk mengacaukan masyarakat dan negara ini demi kepentingan politik dan ekonomi mereka sambil mendiskreditkan organisasi Islam dan kegiatan dakwahnya, serta melakukan rekayasa sistematis dan provokasi keji untuk terus menyudutkan negara Indonesia sebagai sarang terorisme.

3. Meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan dalang peledakan dan serangan, serta mengungkap motif dibalik tindakan itu. Hanya dengan cara ini saja segala macam spekulasi yang bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat bisa dihentikan.

4. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tetap teguh, sabar dan istiqamah dalam perjuangan demi terwujudnya kehidupan Islami melalu tegaknya syariah dan Khilafah. Tidak gentar terhadap setiap tantangan, hambatan dan ancaman hingga cita-cita mulia itu benar-benar terwujud.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto.

(rez)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.