Selasa, 20 Oktober 20

HSBC Izinkan Penipu Transfer Jutaan Dolar

HSBC Izinkan Penipu Transfer Jutaan Dolar
* HSBC izinkan sejumlah penipu mentransfer jutaan dolar. (Foto: BBC)

Ribuan dokumen yang bocor mengungkapkan bagaimana bank-bank besar memfasilitasi pemutihan miliaran dolar di seluruh dunia.

HSBC mengizinkan sejumlah penipu mentransfer jutaan dolar ke berbagai tempat di dunia meski mengetahui bahwa uang tersebut merupakan hasil tindak penipuan, seperti ditunjukkan bocoran sejumlah dokumen.

Bank terbesar di Inggris itu memindahkan uang melalui bisnisnya di Amerika Serikat ke rekening HSBC di Hong Kong pada 2013 dan 2014.

Perannya dalam penipuan senilai US$80 juta (Rp 1,1 triliun) dirinci dalam dokumen yang bocor—”laporan aktivitas mencurigakan” bank—yang disebut Dokumen FinCEN.

HSBC mengatakan pihaknya selalu memenuhi kewajiban hukumnya untuk melaporkan aktivitas tersebut.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan penipuan investasi, yang dikenal sebagai skema Ponzi, terjadi setelah bank tersebut didenda US$1,9 miliar di AS karena pencucian uang.

Bank itu telah berjanji untuk menekan praktik-praktik semacam ini.

Pengacara untuk investor yang tertipu mengatakan pihak bank seharusnya bertindak lebih cepat untuk menutup rekening para penipu.

Kebocoran dokumen tersebut mencakup serangkaian pengungkapan lainnya – seperti dugaan salah satu bank terbesar di AS mungkin telah membantu mafia terkenal untuk memindahkan lebih dari US$1 miliar.

Apa itu Dokumen FinCEN?

Dokumen FinCEN adalah 2.657 dokumen yang bocor. Di dalamnya terdapat 2.100 laporan aktivitas mencurigakan, atau yang disebut SAR (Suspicious Activity Report).

SAR bukanlah bukti kesalahan. Bank mengirimkan laporan SAR itu ke pihak berwenang jika mereka mencurigai nasabahnya berbuat tindakan kejahatan.

Secara hukum, bank harus tahu siapa klien mereka – bank tidak cukup hanya mengajukan SAR dan terus mengambil uang kotor dari nasabah sambil mengharapkan penegak hukum menangani masalah tersebut.

Jika pihak bank memiliki bukti aktivitas kriminal, mereka harus berhenti memfasilitasi perpindahan uang tunai.

Bocoran tersebut menunjukkan bagaimana praktek pencucian uang melalui beberapa bank terbesar di dunia dan bagaimana pelaku kriminal menggunakan perusahaan Inggris anonim untuk menyembunyikan uang mereka.

SAR dibocorkan ke situs Buzzfeed dan dibagikan pada Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ).

Program Panorama BBC memimpin penelitian untuk BBC sebagai bagian dari penyelidikan global.

ICIJ memimpin peliputan kebocoran Panama Papers dan Paradise Papers – dokumen rahasia yang merinci kegiatan lepas pantai sejumlah orang kaya dan terkenal.

Fergus Shiel, dari konsorsium, mengatakan Dokumen FinCEN adalah “informasi tentang apa yang diketahui bank-bank mengenai aliran uang kotor di seluruh dunia … [Sistem] yang dimaksudkan untuk mengatur aliran uang kotor telah rusak”.

Dokumen SAR yang bocor telah diserahkan ke Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan AS (US Financial Crimes Enforcement Network), atau FinCEN antara tahun 2000 dan 2017 dan mencakup transaksi senilai sekitar US$2 triliun.

FinCEN mengatakan kebocoran itu dapat berdampak pada keamanan nasional AS, investigasi risiko, dan mengancam keselamatan mereka yang mengajukan laporan.

Namun, pekan lalu FinCEN mengumumkan proposal untuk merombak program anti pencucian uang.

Inggris juga mengumumkan rencananya untuk mereformasi daftar informasi perusahaannya untuk menekan penipuan dan pencucian uang. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.