Senin, 8 Agustus 22

Hotman Ancam Pidanakan Wartawan yang ‘Pelintir’ Jumlah Beras yang Rusak

Hotman Ancam Pidanakan Wartawan yang ‘Pelintir’ Jumlah Beras yang Rusak
* Hotman Paris saat konferensi pers JNE di Jet Ski Cafe, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022). (Foto: Kapoy/obsessionnews.com)

Obsessionnews.com – Kuasa hukum PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), yakni Hotman Paris, menegaskan, jumlah beras yang rusak dan terkubur itu hanya 3,4 ton atau 3.400 kilo dari 6.199 ton.

Untuk itu, dia memperingatkan wartawan kalau menulis berita ini sesuai fakta, jangan dipelintir menjadi jumlah yang besar, yaitu 34 atau 340 ton. Kalau hal itu terjadi, pengacara kondang ini tak segan-segan menuntut wartawan tersebut.

“Jadi yang nulis (wartawan) mengatakan 340 ton awas lhio, pencemaran nama baik, gue pidanain satu-satu. Jadi bukan 340 ton, bukan 34 ton . Jadi 3,4 ton dari 6199 ton. Nah kalau dipersentasi hanya 0, 05 persen, bukan 0,5 persen,” tegas Hotman saat konferensi pers JNE di Jet Ski Cafe, Pluit, Jakarta Utara, yang dihadiri obsessionnews.com, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: JNE Timbun Beras, Hotman Paris: Itu Fitnah!

Dia menjelaskan, untuk yang 3,4 ton ini oleh JNE sudah dipesan penggantinya dari SSI sebagai rekanan dari Bulog, dikirimkan oleh SSI kepada JNE, lalu dikirim ke keluarga penerima manfaat.

“Artinya apa? Karena beras pengganti sudah dikirim pakai uangnya JNE, maka beras yang rusak ini adalah milik dari JNE. Mau dikemanain kek, untuk apa kek itu urusannya. Jadi yang mengatakan yang ditimbun itu fitnah dan pidana,” ucap Hotman.

Yang kedua, lanjut Hotman, beras ini, biar diketahui, kejadian rusaknya pada bulan Mei 2020. Selama satu setengah tahun, beras yang rusak ini disimpan di gudang JNE.

“Anda tahu dong, makin rusak makin busuk, akhirnya dicari inisiatif agar beras ini dibuang saja. Karena kalau diedarkan ke masyarakat takut nanti disalahgunakan, takut nanti kita dituduh menjual bantuan presiden. Akhirnya ada ide, ya sudah dikubur saja,” ungkapnya.

“Kebetulan ada lahan yang penjaganya setuju, nah nanti ada kaitannya juga tuh, karena yang membongkar ini adalah orang yang mengaku sebagai pemilik tanah tersebut, nggak ada kaitannya sama kita dan tidak ada kaitannya sama bantuan presiden ini, kalau memang dia memiliki hak atas tanah itu perkara perdata. Dialah yang mengekspose ini, dialah yang mengarang cerita ini, seolah-olah kita menimbun bantuan bantuan presiden ini. Itu beras milik dari JNE,” tambah Hotman.

Jadi secara hukum, kata dia, tidak ada unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh JNE. Orang-orang yang menuduh bahwa itu ditimbun adalah fitnah.

“JNE tidak pernah menimbun beras bantuan presiden. Tapi JNE membuang dengan cara mengubur beras yang sudah rusak, sedangkan beras penggantinya sudah dipesan, baru dibagikan ke warga,” tuturnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.