Senin, 17 Januari 22

Hobi Masturbasi/Onani Picu Kanker Prostat?

Hobi Masturbasi/Onani Picu Kanker Prostat?
* Kanker prostat. (Foto: alosehat.com)

Masturbasi atau onani adalah suatu cara untuk mendapatkan kepuasan seks tanpa berhubungan seksual. Lalu, benarkah berlebihan melakukan mastrubasi picu kanker prostat?

Masturbasi adalah aktivitas seksual yang dilakukan sendiri untuk memuaskan diri sendiri juga. Hal ini dianggap dapat menimbulkan sejumlah dampak, misalnya sering onani menyebabkan kanker prostat.

Sejumlah seksolog sepakat, masturbasi sebenarnya tidak merugikan kesehatan. Bahkan ada anjuran untuk masturbasi setidaknya dua kali seminggu.

Namun, ketika masturbasi dilakukan terlalu sering, hal ini bisa berpotensi mengakibatkan luka lecet pada daerah sekitar pangkal paha dan kelamin.

Lantas, bagaimana kanker prostat diklaim bisa dipicu oleh masturbasi berlebihan?

Menurut penelitian oleh Universitas Nottingham, Inggris, pria yang aktif secara seksual pada usia 20-30-an memiliki risiko lebih tinggi menderita kanker prostat. Hal ini makin menjadi-jadi apabila frekuensi masturbasinya juga cukup tinggi.

Penelitian ini mengambil subjek pada lebih dari 431 pria yang telah didiagnosis kanker prostat sebelum usia 60 tahun. Ditemukan, sebagian besar pria dengan kanker prostat memiliki jumlah aktivitas seksual–termasuk masturbasi– yang lebih tinggi.

Sebanyak 40 persen pria dengan kanker prostat memiliki frekuensi tertinggi pada usia 20-an, yakni 20 kali atau lebih per bulan. Pola yang sama juga ditemukan pada pria usia 30 hingga 40-an.

Pria dengan kanker prostat lebih sering bermasturbasi dibandingkan pria dari grup kontrol dalam studi, yaitu dengan frekuensi tertinggi pada usia 20-an dan 30-an. Perbedaan tersebut tidak terlalu jauh pada usia 40-50-an.

Hormon memainkan peran dalam kejadian kanker prostat. Umumnya pengobatannya adalah mengurangi kadar hormon yang menstimulasi pertumbuhan sel kanker.

Libido pria juga diregulasi oleh kadar hormonal tersebut. Karena itulah, penelitian ini mencoba mencari hubungan antara libido pria dengan risiko kanker prostat.

Kesimpulan studi tadi, masturbasi pada intensitas yang sering dapat memicu kanker prostat.

Di sisi lain, banyak penelitian lain yang justru menemukan hasil kebalikan. Mereka menilai, sering ejakulasi (baik melalui masturbasi maupun hubungan seksual) malah mengurangi risiko kanker prostat.

Misalnya, studi di Nottingham, Inggris, tadi juga menemukan bahwa ejakulasi dapat bermanfaat melindungi dari kanker prostat pada pria berusia 50 tahun ke atas.

Sementara, studi yang dilakukan Harvard Medical School selama belasan tahun pada puluhan ribu pria bahkan menemukan penurunan risiko kanker prostat hingga 20 persen bagi mereka yang kerap ejakulasi.

Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah fungsi proteksi ejakulasi terhadap kelenjar prostat. Ejakulasi, misalnya melalui masturbasi, dianggap dapat membantu mengeluarkan senyawa kimia berbahaya yang terkumpul pada air mani.

Kemungkinan penjelasan lain berkaitan dengan gaya hidup. Pria yang lebih sering ejakulasi umumnya memiliki gaya hidup lebih sehat secara keseluruhan. Bisa saja gaya hidup inilah yang menyebabkan risiko kanker prostat berkurang.

Artikel Lainnya: Onani Pakai Hand Sanitizer, Berbahayakah Menurut Dokter?

Hubungan antara onani dengan kanker prostat masih kontroversial. Lalu, banyak hasil penelitian yang menunjukkan hasil saling berlawanan. Karena itu, belum bisa disimpulkan bahwa sering onani menyebabkan kanker prostat.

Manfaat masturbasi untuk perlindungan terhadap kanker prostat pun masih perlu diteliti lebih lanjut.

Untuk melindungi diri dari kanker prostat, sejumlah cara dapat dilakukan. Beberapa upaya yang tepat adalah menjaga asupan, menciptakan pola hidup sehat, berhenti merokok, dan rutin berolahraga.

Berdasarkan penelitian Universitas Bristol, Inggris, mengonsumsi lebih dari 10 buah tomat dan 10 jenis kacang-kacangan dalam 1 minggu terbukti mengurangi risiko kanker prostat.

Kandungan likopen dan selenium diketahui memiliki peran penting dalam pencegahan ini. Selain itu, jangan lupa melakukan deteksi dini kanker prostat, khususnya bila Anda punya faktor risikonya. (Klikdokter/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.