Jumat, 3 Februari 23

HNW Soroti soal Karantina bagi Jemaah Umrah

HNW Soroti soal Karantina bagi Jemaah Umrah
* Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Wakil MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW). (Foto: Humas Fraksi PKS DPR RI)

Jakarta, obsessionnews.com – Politisi senior dan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyoroti soal karantina bagi jemaah umrah. HNW, demikian sapaan akrabnya, mengusulkan agar Pemerintah RI tidak memberlakukan karantina, atau agar Pemerintah merelaksasi kebijakan karantina bagi jemaah umrah pasca kedatangan kembali ke tanah air dari tanah suci.

 

Baca juga:

Ambhara Hotel Tawarkan Paket Khusus Karantina untuk Jamaah yang Baru Pulang Umrah

Terkait Umrah di Tengah Omicron, Kemenag Tampung Aspirasi PPIU

Kemenag Evaluasi Sebulan Pemberangkatan Umrah

 

 

HNW yang juga Wakil Ketua MPR RI mengungkapkan sejumlah perkembangan kebijakan Covid-19 terbaru sudah sangat adaptif dan longgar, seperti peniadaan karantina bagi wisman yang masuk ke Bali per  7 Maret 2022, keputusan mengurangi masa karantina jemaah umrah dan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) menjadi 1 x 24 jam, rencana peniadaan bukti tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik yang sudah divaksin lengkap, dan pencabutan sejumlah aturan pembatasan. Selain itu tidak lagi diberlakukannya karantina di Arab Saudi, serta secara terbatas maupun menyeluruh di negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, dan Thailand.

“Mulai 7 Maret 2022 turis asing bisa masuk ke Bali tanpa karantina, namun kenapa jemaah yang pulang dari umrah tetap diwajibkan karantina selama satu hari? Akan sangat wajar dan memenuhi rasa keadilan bila kebijakan pembebasan karantina juga diberlakukan bagi jemaah umrah sebagaimana turis asing ke Bali dibebaskan dari karantina. Apalagi Arab Saudi sudah mencabut aturan pemberlakuan karantina bagi jemaah umrah mulai 5 Maret 2022. Kebijakan untuk tidak lagi memberlakukan karantina bagi jemaah umrah selain untuk memenuhi rasa keadilan, juga agar para jamaah yang sangat antusias melaksanakan umrah itu semakin merasa ringan dan tidak terbebani dalam melakukan ibadah umrah, yang biayanya meningkat, dan sudah tertunda dua tahun ke belakang,” ujar HNW di Jakarta dalam keterangan tertulis,  Selasa (8/3/2022).

Dia menilai pemerintah sejatinya juga sudah melonggarkan aturan soal karantina melalui penerbitan SE Nomor 20 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Luar Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam aturan baru tersebut, selain pengurangan masa karantina bagi yang telah vaksin dua dosis menjadi hanya 3 x 24 jam, terdapat beberapa kategori yang dibebaskan dari kewajiban karantina, di antaranya karena kondisi kesehatan pelaku perjalanan atau kedukaan karena anggota keluarga inti meninggal.

“Tetapi dengan perkembangan terakhir dalam penanganan covid-19 termasuk kebijakan di Bali dan di Saudi, serta rencana Pemerintah untuk semakin mengurangi masa karantina, maka pengecualian juga bisa diberikan kepada pelaku perjalanan umrah, mengingat di negara perjalanan mereka, yakni Arab Saudi, pun sudah tidak lagi memberlakukan kewajiban karantina,” tutur HNW.

Penting bagi Kementerian Agama, lanjutnya, untuk turut mendorong relaksasi karantina tersebut melalui koordinasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan..

Hidayat menerangkan, kebijakan bebas karantina sudah lebih dulu dijalankan oleh negara-negara tetangga Indonesia. Mereka sejak tahun 2021 menerapkan sistem Vaccinated Travel Lane (VTL), di mana perjalanan dari negara-negara tertentu yang ditentukan berisiko rendah oleh Pemerintah, tidak perlu melakukan karantina pada saat kedatangan.

Bahkan Singapura melalui Menteri Kesehatannya juga menyatakan siap mencabut sistem VTL dengan memperbolehkan kedatangan bebas karantina dari seluruh negara di dunia.

“Ini berarti kebijakan bebas karantina sangat mungkin diterapkan juga di Indonesia, dan itu bisa dimulai tidak hanya bagi turis di Bali, tapi juga dari jemaah umrah yang habis melaksanakan ibadah di Arab Saudi. Sekalipun para jemaah umrah tetap diingatkan untuk berhati-hati menjaga kesehatan agar tak tertular omicron atau menularkan omicron,” ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini berharap aturan-aturan pelaksanaan umrah yang semakin profesional tapi meringankan beban jemaah umrah akan dapat menguatkan mental dan imunitas jemaah dalam melaksanakan ibadah, sehingga bisa semakin terjaga dari penularan virus Covid-19 varian Omicron. Termasuk ketika jemaah umrah berada di Saudi Arabia.

HNW juga meminta agar biaya karantina yang telah disetorkan jemaah umrah Indonesia kepada maskapai Arab Saudi penyedia jasa karantina dikembalikan secara penuh kepada jamaah, lantaran pihak Saudi sudah tidak memberlakukan karantina pada saat kedatangan.

“Sehingga harapannya, dengan dihapuskannya pemberlakuan karantina, maka para jemaah selama berada di tanah suci bisa beribadah dengan khusyu, tanpa terbebani, dan tetap sehat wal afiat, serta turut mendoakan keselamatan bangsa dan negara Indonesia, dari Covid-19 serta berbagai dampaknya,” ucap HNW. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.