Jumat, 27 Mei 22

HNW Apresiasi Mendikbud Revisi Draft Peta Jalan Pendidikan yang Masukkan Frasa Agama

HNW Apresiasi Mendikbud Revisi Draft Peta Jalan Pendidikan yang Masukkan Frasa Agama
* Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW). (Foto: Humas MPR)

Jakarta, obsessionnews.com – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang mendengarkan kritik dan saran dari Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MU)I, Nahdlatul Ulama ( NU), dan lain-lain. Dan menyatakan sepakat untuk merevisi Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dengan memasukkan frasa Agama. Tapi karena itu  HNW berharap sikap akomodatif atas kritikan tersebut diterapkan juga terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Seragam Sekolah berbasis keagamaan, yang juga dikritisi oleh banyak pihak karena alasan yang sejenis;ketidak sesuaian dengan konstitusi.

“Sikap Mendikbud untuk merevisi draft Peta Jalan Pendidikan bermasalah itu merupakan langkah yang benar, dan sudah seharusnya dilakukan, mengingat banyaknya kritikan yang disampaikan oleh sejumlah elemen bangsa peduli pendidikan nasional, seperti Muhammadiyah, MUI, dan NU, juga oleh partai politik seperti PKS dan PPP. Apalagi kritik terhadap draft ini juga sudah disampaikan oleh Komisi X DPR RI, mitra kerja Kemendikbud, sejak Januari 2021. Sayangnya tidak mendapatkan respons positif yang cepat dari Kemendikbud,” ujar HNW melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (11/3/2021).

Dia mengingatkan Mendikbud Nadiem yang sempat berkilah bahwa kata agama tidak eksplisit dimasukkan, karena sudah diakomodir dengan ketentuan tentang Pelajar Pancasila, yaitu pelajar yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Menurut HNW, itu tidak cukup untuk menggantikan konstitusionalisasi penyebutan frasa agama sejak dalam draft. Karena UUD NRI 1945 pasal 31 ayat 5 maupun UU Sistim Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 2 pun, secara eksplisit menyebutkan agama, dikaitkan dengan Pendidikan Nasional, selain penyebutan frasa budaya. Dan kesalahpahaman berpikir ini yang agaknya menjadi pangkal dari berbagai kebijakannya yang seakan kerap alergi dengan penyebutan agama.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.