Minggu, 23 Januari 22

HMPI Sarankan Munaslub Golkar Pilih Tommy Soeharto

HMPI Sarankan Munaslub Golkar Pilih Tommy Soeharto
* Tommy Soeharto (kanan). (Foto: Edwin budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Tidak lama lagi Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk memilih ketua umum (ketum) yang baru. Belum ada keputusan waktu yang tepat untuk menyelenggarakan munaslub. Namun diperkirakan Munaslub akan dilaksanakan pada Mei 2016, sebelum bulan puasa. (Baca: Ical Tak Rela Munaslub Golkar Dimenangkan Orang JK)

Ketum Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie dan Ketum Golkar Munas Agung Laksono telah menyatakan tidak akan maju memperebutkan kursi ketum. Golkar membuka peluang kepada tokoh-tokoh muda untuk berkompetisi di Munaslub. (Baca: Sudah Saatnya Golkar Dipimpin Tokoh Muda)

Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) menegaskan Munaslub Golkar harus diwaspadai , bukan solusi jangka panjang seperti yang diharapkan.

“Nanti kalau di tengah jalan ketum terpilih tidak loyal pada pemerintah, bisa diganggu lagi. Ini preseden buruk orang-orang yang mau dua periode menjabat,” kata Sekretaris Jenderal ( Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional (MPN) HMPI Tri Joko Susilo dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (10/2/2016).

Bukan hanya gangguan, lanjutnya, kasus korupsi ketua-ketua partai politik (parpol) juga sekarang tengah berjalan kalau-kalau ada parpol pendukung pemerintah yang membelot. Tri menuturkan, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Nazaruddin , kembali ‘bernyayi’ menyebut nama-nama baru dalam dugaan kasus korupsi.

Tri menyinyalir pemerintah ingin semua parpol , kecuali Gerindra dan PBB, diharuskan mendukung Jokowi nanti di Pemilu 2019. Gerindra dan PBB tidak diganggu karena memiliki ketua umum yang berwibawa.

“Golkar harusnya berpikir ulang, daripada lelah dikerjain, saatnya memilih sosok kuat, yaitu Tommy Soeharto, untuk menjaga marwah Golkar mematahkan operasi pemerintah yang menyita waktu, tenaga, dan energi ini,” saran Tri. (Baca: HMPI Bentuk Poros Golkar-Tommy Soeharto)

Menurutnya, serangan juga bakal menimpa parpol baru. Sulit ada parpol baru untuk bisa lolos ikut pemilu karena verifikasi pemilu ketat. “Menkumham dari PDI-P, tentu berkepentingan supaya PDI-P menjadi partai yang makin mencengkram kekuasaannya dan menjadi single majority atau mayoritas tunggal, sedangkan yang lain cuma pemanis,” ujarnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.