Minggu, 26 September 21

HMPI Minta Masyarakat Waspadai Pemodal di Balik Calon Kepala Daerah

HMPI Minta Masyarakat Waspadai Pemodal di Balik Calon Kepala Daerah
* Sekjen Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) Tri Joko Susilo. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI), organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dibina oleh Tommy Soeharto, meminta  masyarakat mewaspadai para pemodal atau pengusaha di balik calon kepala daerah dalam pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang. Para pemodal itu ingin menguasai properti, tambang, migas dan potensi ekonomi di berbagai daerah, seperti Depok dan Tasikmalaya. (Baca: Tommy Soeharto Harus Rebut Pimpinan Golkar)

“Para pemodal itu berkepentingan agar mendapat kemudahan memperoleh izin untuk  menguasai properti, tambang, migas dan mengincar daerah-daerah yang potensial ekonominya. Ini bisa terjadi kalau calon bupati atau wali kota yang didukungnya menang. Hal ini tentu merugikan rakyat. Oleh karena itu, HMPI minta masyarakat mewaspadai hal ini,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Tri Joko Susilo dalam diskusi di Sekretariat Rumah Aspirasi HMPI, Jakarta selatan, Kamis (3/12/2015). (Baca: Tommy Soeharto Deklarasikan HMPI)

Menurut Joko, panggilan akrabnya, kuatnya pengaruh kekuatan pemodal seakan menjadi momok bagi kebijakan kepala daerah terpilih yang didukungnya. Bahkan cenderung memainkan hukum untuk melemahkan kandidat lain, misalnya ditetapkan menjadi tersangka dengan alasan yang dicari-cari. (Baca: Sekjen Ormas Tommy: Pemerintah Durhaka Pada Pak Harto)

Terlalu mengikuti kehendak para pemodal juga bisa membuat kepala daerah berurusan dengan hukum baik itu dengan KPK, BPK, kejaksaan, maupun kepolisian. tak bisa dipungkiri para calon kepala daerah yang kuat hampir dapat dipastikan karena didukung kekuatan modal.

“Pada akhirnya rakyat pedesaan di pelosok tetap diabaikan hidup susah. Ini menyedihkan,  karena penguasa yang lebih memanjakan pengusaha hitam. Ditambah lebih memikirkan balik modal, karena duit habis buat mahar ini itu, sewa perahu dan lain-lain,” pungkas  Joko Susilo. (Arif RH)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.