Minggu, 12 Juli 20

HKTI Tolak Impor Beras

HKTI Tolak Impor Beras

Oleh: Fadli Zon, Ketua Umum DPN HKTI, Wakil Ketua DPR RI, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra

Melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) pemerintah telah mengeluarkan penugasan kepada Bulog untuk melakukan tambahan impor beras sebanyak 1 juta ton. Dengan begitu, hingga Agustus 2018 total izin impor beras telah mencapai 2 juta ton.

Sebagai Ketua Umum DPN HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) saya menyebut pemerintah telah bertindak tidak transparan dalam masalah impor beras, mengingat tambahan izin 1 juta ton itu baru diketahui masyarakat belakangan. Padahal izin tersebut telah diteken pemerintah sejak tiga bulan lalu. Itu sebabnya HKTI menolak kebijakan impor beras.

Dalam pandangan kami di HKTI, impor beras akan menyebabkan harga gabah di tingkat petani anjlok. Ujungnya, kehidupan petani bakal kian terpuruk. Jadi, kebijakan impor beras hingga dua juta ton ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap petani. Itu sebabnya HKTI menolak kebijakan tersebut.

Untuk memenuhi stok pangan nasional Pemerintah seharusnya melakukan maksimalisasi penyerapan gabah atau beras milik petani. Gabah dan beras petan harus diprioritaskan untuk diserap pemerintah, bukannya malah impor beras. Kalaupun harga gabah dan beras petani lebih mahal dari beras impor harus tetap diserap, toh yang untung petani kita sendiri.

Jika gudang Bulog diisi oleh gabah dan beras petani, pendapatan petani saya kira akan meningkat. Daya beli mereka juga akan naik. Sayangnya, alih-alih menolong petani bangsa sendiri, pilihan kebijakan pemerintah selalu saja impor, yang secara tidak langsung lebih suka menolong petani dari negara lain.

Kebijakan impor beras jangan dijadikan solusi permanen. Itu sebabnya HKTI juga meminta kepada Pemerintah untuk mendorong peningkatan produktivitas petani kita, agar dalam jangka panjang kita bisa memutus ritus impor beras tersebut.

Kepada para petani Indonesia, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Tani. Petani makmur, petani sejahtera, Indonesia daulat pangan. Terus terang tahun ini kita memperingati Hari Tani dengan penuh keprihatinan. Semoga kondisi pertanian kita bisa lebih baik.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.