Minggu, 27 November 22

Hizbut Tahrir Kutuk Perbuatan Bom Thamrin

Hizbut Tahrir Kutuk Perbuatan Bom Thamrin

Bandung, Obsessionnews – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengutuk perbuatan bom Thamrin. Demikian pernyataan sikap HTI melalui juru bicara Muhammad Ismail Yusanto yang dikirim ke Obsessionnews.com, Minggu (17/1/2016).

Ismail mengatakan sebagaimana telah diberitakan secara meluas bahwa pada Kamis 14 Januari 2016 sekitar jam 10.40 telah terjadi serangkaian ledakan dan tembakan di Menara Cakrawala dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Peristiwa ini telah mengakibatkan 7 orang tewas, termasuk 5 pelaku, 1 orang WNA dan 1 warga sipil, serta puluhan lainya luka-luka.

Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

  • Mengutuk dengan keras pelaku peledakan dan serangan itu sebagai tindakan dzalim luar biasa. Syariat Islam dengan tegas melarang siapapun dengan motif apapun membunuh dirinya sendiri, membunuh orang tanpa haq, merusak milik pribadi dan fasilitas milik umum, apalagi bila tindakan itu menimbulkan korban dan ketakutan yang meluas.
  • Menyerukan kepada semua pihak, khususnya kepolisian dan media massa, untuk bersikap hati-hati menanggapi spekulasi yang mengaitkan bom Thamrin itu dengan kelompok, gerakan atau organisasi Islam. Dari sekian kemungkinan, bisa saja peledakan bom itu sengaja dilakukan oleh orang atau kelompok, atau bahkan negara tertentu untuk mengacaukan masyarakat dan negara ini demi kepentingan politik dan ekonomi mereka sambil mendiskreditkan organisasi Islam dan kegiatan dakwahnya, serta melakukan rekayasa sistematis dan provokasi keji untuk terus menyudutkan negara Indonesia sebagai sarang terorisme.
  • Meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan dalang peledakan dan serangan, serta mengungkap motif dibalik tindakan itu. “Hanya dengan cara ini saja segala macam spekulasi yang bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat bisa dihentikan,” tegasnya.

Ismail menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tetap teguh, sabar dan istiqamah dalam perjuangan demi terwujudnya kehidupan Islami melalu tegaknya syariah dan Khilafah. “Tidak gentar terhadap setiap tantangan, hambatan dan ancaman hingga cita-cita mulia itu benar-benar terwujud,” tegasnya.

Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.