Minggu, 25 September 22

Hipmi Mampu Ambil Peran Aktif Dorong Pengusaha Baru

Hipmi Mampu Ambil Peran Aktif Dorong Pengusaha Baru
* Calon Ketua Umum badan pengurus pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H. Maming. (Foto: Dok Hipmi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Rata-rata negara maju yang memiliki ekonomi stabil, memiliki rasio 14% atau dari jumlah penduduk di negara tersebut 14%-nya adalah pengusaha.

Sementara posisi Indonesia dalam hal rasio jumlah pengusaha ini haruslah diakui masih rendah, meski kabar gembiranya dari tahun ke tahun jumlah tersebut memiliki tren naik.

Berdasarkan data BPS, jumlah wirausaha UKM di Indonesia naik dari 1,56% pada tahun 2014, menjadi 3,1% dari jumlah penduduk pada akhir tahun 2016, dan pihak Kemenkop dan UKM sendiri yakin akhir 2019, target 5% rasio jumlah pengusaha ini akan mampu dicapai.

Presiden RI Jokowi dalam beberapa kesempatan menekankan bahwa Indonesia harus mampu menembus 14% rasio jumlah pengusaha dan berharap semua pihak bisa berkolaborasi agar jumlah ideal pengusaha ini bisa tercapai.

Menanggapi tekad pemerintah pusat itu, calon ketua umum badan pengurus pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H. Maming mengatakan, jika terpilih menjadi ketum BPP HIPMI akan berusaha keras meningkatkan jumlah pengusaha Indonesia dan melahirkan konglomerat baru dari HIPMI.

Menurut dia, pengusaha di Indonesia setiap tahun memang mengalami peningkatan, tapi banyak juga yang tidak bisa bertahan di dalam dunia usaha.

“Di sinilah pentingnya para pengusaha muda yang baru memulai usaha ini harus dirangkul dan dibimbing agar bisa bertahan dan tidak mudah menyerah,” ujar Mardani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/6/2019).

Untuk itulah Mardani bertekad menjadikan Hipmi mampu mengambil peran secara aktif untuk mendorong jumlah pengusaha di tanah air bisa terkerek naik.

Tak hanya itu, Hipmi bukan hanya sekadar wadah bagi pengusaha di Indonesia, tapi dari sinilah Hipmi persiapkan para gerenasi yang baru untuk menjadi pengusaha dan terus meningkatkan kualitas pengusaha Indonesia dengan program-program yang di siapkan.

“Tekadnya kita mau konglomerat-konglomerat baru bisa lahir kembali dari Hipmi,” kata Mardani.

Mardani juga menjelaskan, saat ini banyak startup Unicorn yang saling bersaing, mereka lahir bukan dari HIPMI, sedangkan Anggota HIPMI tidak sedikit juga yang gagal bersaing dalam dunia usaha.

“Salah satunya kita berharap dapat melahirkan konglomerat baru yang artinya HIPMI berhasil memberikan dampak terhadap perekonomian Nasional,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.