Kamis, 18 Agustus 22

Hina Nabi Muhammad, India Dikutuk dan Diboikot Negara-negara Islam

Hina Nabi Muhammad, India Dikutuk dan Diboikot Negara-negara Islam
* Aksi protes komunitas muslim terhadap juru bicara BJP Nupur Sharma yang hina Nabi Muhammad. (Tribune India)

Akibat politikus Hindu India dari Partai Bharatiya Janata (BJP)4 menghinda Nabi Muhammad, India dikutuk dan diboikot negara-negara Islam terutama oleh para negara Arab seperti negara-negara Arab. Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain dan lainnya.

Pernyataan juru bicara BJP, Nupur Sharma, dan Kepala Operasi Media BJP, Delhi Naveen Kumar Jindal, yang menghina Nabi Muhammad SAW mendapat kecaman keras dari negara-negara Arab.

“Kementerian Luar Negeri menyatakan kecaman atas pernyataan menghina Nabi Muhammad SAW yang dibuat juru bicara Partai Bharatiya Janata India (BJP) dan menegaskan kembali penolakan prasangka terhadap simbol agama Islam dan semua tokoh atau simbol agama apapun,” jelas pernyataan dari kantor berita SPA dikutip dari Al Arabiya.

Negara-negara Teluk lainnya seperti Qatar dan Kuwait telah memanggil duta besar India. Bahkan Qatar menuntut pemerintah India mengeluarkan permintaan maaf kepada publik atas komentar Sharma.

“Negara Qatar meminta pemerintah India segera mengecam pernyataan itu dan secara terbuka meminta maaf kepada semua Muslim di seluruh dunia,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Majed Mohammed Al Ansari.

Sementara negara tetangga India, Palestina, juga sudah mengeluarkan pernyataan yang dianggap begitu menghina sosok yang agung bagi umat Islam tersebut.

“Pernyataan yang sama sekali tidak dapat diterima ini tidak hanya sangat melukai perasaan rakyat Pakistan tetapi juga miliaran Muslim di seluruh dunia.”

“Upaya klarifikasi BJP dan tindakan penghukuman yang terlambat serta asal-asalan terhadap orang-orang ini tidak dapat meredakan rasa sakit dan penderitaan yang mereka sebabkan pada dunia Muslim,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan dinukil dari Aljazeera.

BJP telah mengeluarkan klarifikasi mengenai posisi partai dalam isu kontroversial tersebut dengan menyatakan BJP menghormati semua agama dan menentang segala macam penghinaan terhadap agama apapun.

Boikot Produk India

India kini jadi sorotan negara-negara Arab. Arab Saudi, Qatar, Kuwait hingga Bahrain misalnya, mengecam negara itu dan menyebutnya Islamofobia.

Bahkan sejumlah media setempat melaporkan boikot produk-produk India. “Pusat perbelanjaan besar di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain menghapus produk India,” cuit South Asia Index, Minggu (5/6/2022).

Hal itu terjadi akibat pernyataan Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), Nupur Sharma di sebuah televisi nasional. BJP adalah partai asal Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.

Mengutip Sputnik News, salam sebuah debat di media Times Now, Sharma disebut mengolok-olok Al-Quran. Ia menyamakannya dengan “bumi itu datar”.

Ia pun menghina tokoh penting umat Muslim, Nabi Muhammad SAW. Hal itu karena menikah dengan istrinya Aisyah, saat masih muda belia.

“Nabi Muhammad menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan dengannya pada usia sembilan tahun,” ujarnya dalam sebuah video yang kemudia dihapus oleh saluran televisi tersebut.

Di dalam negeri, pernyataan Sharma sendiri memang telah menimbulkan polemik. Sebuah organisasi pendidikan dan budaya Islam, Raza Academy, sempat melaporkannya ke polisi dengan tuntutan penghinaan.

Laporan senada juga dilakukan partai nasionalis India, Tipu Sultan (TPS). Ucapan Sharma diyakini berpotensi menyebabkan kerusuhan sipil.

“Tindakan Nupur Sharma mempromosikan perasaan permusuhan, kebencian atau niat buruk antara kelompok atau komunitas agama dan regional yang berbeda, menyebabkan kerusuhan dan gangguan sipil,” tulis pengaduan tersebut.

“Ini ancaman internal terhadap perdamaian dan harmoni negara.”

Dalam update terbaru, Sharma membuat komentar di akun Twitter. Ia membela komentarnya sebagai “tanggapan atas penghinaan yang dibuat terhadap dewa Hindu Siwa”.

“(Namun) jika kata-kata saya telah menyebabkan ketidaknyamanan atau menyakiti perasaan keagamaan siapa pun, saya dengan ini menarik pernyataan saya tanpa syarat,” katanya kemudian dikutip AFP, Senin.

Sejumlah media India menulis Sharma telah ditangguhkan jabatannya oleh petinggi BJP. Kedutaan Besar India di Doha, Qatar, juga sempat mengeluarkan pernyataan bahwa “tindakan keras” telah diambil terhadap “elemen” yang telah membuat komentar yang menghina.

India memang memiliki hubungan dagang yang erat dengan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang mencakup Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA). Nilainya mencapai US$ 87 miliar pada 2020-2021.

Jutaan orang India tinggal dan bekerja di negara-negara GCC. Mereka pun mengirim jutaan dolar dalam bentuk remitansi ke Delhi.

Arab juga merupakan sumber utama impor energi India. PM Modi telah menjadi pengunjung tetap kawasan tersebut sejak berkuasa pada tahun 2014. (CNNIndonesia/CNBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.