Senin, 23 Mei 22

Hillary Clinton: Trump Berbahaya dan Tidak Lucu

Hillary Clinton: Trump Berbahaya dan Tidak Lucu
* Selain soal Trump, Clinton juga menyinggung peran suaminya jika dia terpilih. (BBC)

Amerika – Kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton menegur kampanye yang dilakukan saingannya dari Partai Republik Donald Trump dengan mengatakan “Saya tidak lagi berpikir dia lucu”.

Clinton meremehkan mantan bintang TV ini, dengan membuat gurauan tentang kampanyenya.

Dia mengatakan rivalnya, yang mengusulkan agar melarang Muslim untuk masuk ke AS itu, “berbahaya”.

Trump mendapat kecaman global dengan ide melarangnya, yang disampaikan beberapa hari setelah serangan di pusat kesehatan di San Bernardino, California oleh pasangan Muslim.

Jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Amerika menolak ide Trump untuk melarang Muslim, ketika 25% dari responden mendukungnya.

“Sekarang dia telah keluar jalur,” kata Clinton ketika tampil dalam acara Late Night with Seth Meyers. “Apa yang dia katakan sekarang tidak hanya memalukan dan salah, ini berbahaya”.

Menurutnya, Trump memberikan “sebuah alat propaganda yang hebat” kepada kelompok yang menyebut diri Negara Islam ISIS dan “Cara untuk merekrut lebih banyak pengikut di Eropa dan Amerika Serikat”.

Selain soal Trump, dalam acara komedi itu Clinton juga menyinggung peran suaminya di Gedung Putih, jika dia terpilih.

Dia mengatakan suaminya Bill – seorang mantan presiden akan dapat menjadi pria pendamping presiden untuk pertama kalinya – akan menjadi penasehat yang handal, bagaimana mengatasi “orang-orang yang sulit” seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi tidak cukup baik “dalam memilih rangkaian bunga”.

Presenter acara menyarankan agar Demokrat tidak mengadili para pemilik senjata jika mendukung regulasi untuk penjualan dan penggunaan senjata.

“Saya pikir kami tidak memiliki pendekatan yang tepat untuk itu, “jelas Clinton tentang upaya politik untuk melarang penggunaan senjata di AS.”Kami harus menjangkau para pemilik senjata yang tertanggung jawan dan mengatakan kami dapat melakukan lebih banyak untuk mencegah kematian sebanyak mungkin.”

Clinton dan Trump merupakan kandidat yang unggul dalam jajak pendapat di partai mereka. Debat kandidat Republikakan dilakukan Selasa (15/12) dan Demokrat pada 19 Desember. (BBC)

Setya Novanto dan Donald Trump
Setya Novanto dan Donald Trump

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.