Kamis, 19 September 19

Hikam: Sulit Diterima Akal Lindungi Teroris

Hikam: Sulit Diterima Akal Lindungi Teroris
* Muhammad AS Hikam.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat politik Muhammad AS Hikam mengatakan, secara normatif dan etis memberi perlindungan hak asasi manusia (HAM) terhadap teroris sulit diterima akal dan nurani, serta sangat tidak adil terhadap umat manusia secara keseluruhan.

“Sebab teroris secara apriori berprinsip tidak mau mengakui HAM baik dalam ideologi maupun aksinya,” kata Hikam dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/7/2016).

Hal itu diungkapkan  Wakil Rektor President University, Bekasi, Jawa Barat, ini menanggapi pernyataan tokoh lintas agama, Romo Frans Magnis Suseno atau Romo Magnis. Romo Magnis menyatakan prihatin atas penanganan kasus terorisme di Indonesia yang mengabaikan HAM.

Dia memang sepakat tindakan radikal seperti terorisme harus ditindak keras. Tetapi penanganan terorisme juga perlu memperhatikan unsur-unsur kemanusian.

“Saya berpendapat tentu saja terorisme harus ditindak dengan keras. Tapi perlu diperhatikan bahwa teroris juga manusia,” kata anggota Tim Evaluasi Penanganan Terorisme itu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/7).

Dia  berpendapat, nyawa seorang teroris pun harus tetap diindungi dan dia tidak boleh mengalami penyiksaan.

Hikam menganggap argumen Romo Magnis secara etika dan moral  beresiko memberi peluang terhadap pelanggaran HAM. Karena mengasumsikan teroris yang biadab masih dianggap punya posisi moral yang sama dengan mereka yang tak bersalah apa-apa, tetapi menjadi korban kebiadaban.

“Demikian pula apakah kebiadaban memiliki status etika yang sama dengan mencegah kebiadaban? Kalau teroris juga manusia, lantas bagaimana dengan tindakan mereka yang menghancurkan kemanusiaan dan keadaban itu?” kata Hikam.

Ia menambahkan,  sulit melaksanakan rekomendasi Romo Magnis agar teroris diperlakukan sesuai hukum yang berlaku.

“Bagaimana kalau hukum positif di sebuah negara juga membolehkan aparat keamanan melakukan penangkapan dan penanganan represif dalam rangka mencegah terjadinya aksi teror, dan aparat tersebut menjalankan perintah UU itu?  Apakah UU tersebut secara intrinsik dianggap telah melanggar HAM karena membolehkan tindakan repressif dalam rangka pencegahan terhadap terorisme? Lalu bagaimana dengan rekomendasi PBB yang menyetujui intervensi bersenjata oleh AS, EU, Rusia, dan lain-lain untuk menghentikan aksi-aksi teror dan kejahatan terhadap kemanusiaan di berbagai wilayah termasuk Suriah dan Irak itu?” tuturnya.

Hikam menyarankan Romo Magnis bertemu  dengan para pentolan Al-Qaeda dan ISIS dan meminta agar mereka itu mempertimbangkan HAM dari target-target mereka, sebelum melakukan aksi-aksi teror di seluruh dunia.

“Terus terang saya ingin tahu apa jawaban yang akan mereka berikan kepada Romo,” tegasnya. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Hikam: Memalukan, Pemimpin Dunia Gagal Hadapi Ancaman Terorisme

Hikam: Indonesia Masih Jadi Target Terorisme Global

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.