Kamis, 29 Oktober 20

Hikam: Mestinya Fahri Berkaca Dulu Sebelum Kritik Jokowi

Hikam: Mestinya Fahri Berkaca Dulu Sebelum Kritik Jokowi
* Muhammad AS Hikam.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat politik Muhammad AS Hikam mengecam Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (FH)  yang mengkritik pemerintah yang tidak mau dikontrol oleh DPR. Menurut Hikam, jika kita mau konsisten dengan sistem demokrasi berdasarkan konstitusi yang berlaku di Indonesia, maka prinsip kontrol dan pengawasan serta keseimbangan (checks and balances) adalah sebuah sine qua non dalam menjalankan pemerintahan. Lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus bekerja dengan landasan prinsip tersebut agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan serta memiliki akuntabilitas terhadap pemegang kedulatan, yakni rakyat.

“Persoalannya adalah antara teori dan praktik seringkali terjadi diskrepansi yang lebar. Kontrol dan pengawasan yang dimiliki oleh DPR terhadap pemerintah kadang tidak dapat dijalankan karena berbagai sebab. Jika pemerintah terlalu kuat seperti dalam sistem ototriter masa Orde Lama dan Orde Baru, maka parlemen hanya berperan sebagai pemberi legitimasi alias cap jempol (rubber stamp) belaka terhadap apa yang diinginkan oleh eksekutif. Sebaliknya, jika parlemen terlalu kuat, maka pelaksanaan sistem presidensiil (di mana Presiden sebagai kepala pemerintahan) akan tidak efektif dan proses pemerintahan tidak akan stabil,” kata Hikam dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2016).

Menurut Wakil Rektor President University, Bekasi, Jawa Barat, ini FH bisa jadi benar jika asumsi dasar yang digunakannya adalah bahwa pemerintahan Presiden Jokowi sudah terlampau kuat sehingga tak terkontrol lagi oleh parlemen.

“Tetapi saya meragukan asumsi FH tersebut, karena di era pasca-reformasi saat ini justru kecenderungan yang terjadi adalah kuatnya parlemen, khususnya DPR. Banyak kasus yang bisa dijadikan bukti bahwa DPR justru menjadi biang keladi ketidakefektifan kinerja pemerintah pasca reformasi,” ujarnya.

Kalau sekarang FH melempar bola ke arah pemerintah, seakan-akan tak mau dikontrol, Hikam justru melihat persoalannya ada di DPR sendiri yang mengalami proses kemerosotan dalam kinerjanya dan kehilangan kepercayaan dari rakyat yang memilihnya. Pada saat yang sama Jokowi  berhasil melakukan pemberdayaan dalam pemerintahannya sehingga semakin terkonsolidasi serta, secara gradual, berhasi mengimbangi kekuatan DPR.

Hikam mengungkapkan, kemerosotan kekuatan DPR merupakan resultante dari proses pembusukan yang terjadi pada parpol-parpol yang menjadi sumber rekrutmen anggota DPR. Parpol yang idealnya merupakan kekuatan politik strategis dalam sebuah sistem demokrasi konstitusional, justru tampil sebagai biang keladi paling utama dalam kemerosotan sistem tersebut. Kualitas anggota DPR yg semakin amburadul dan sarat dengan politisi sontoloyo (poliyo) serta korup merupakan bukti yang  sulit dibantah.

“Walhasil, keluhan FH malah seperti menuding diri sendiri, yakni DPR gagal menjalankan fungsi kontrol, pengawasan dan penyeimbang terhadap eksekutif karena kebobrokan yang terjadi di dalamnya sendiri. Semestinya FH dan seluruh anggota DPR berkaca lebih dulu sebelum menyalahkan Jokowi dan pemerintahannya,” katanya.

Sebelumnya FH menilai pemerintah atau eksekutif saat ini tidak mau dikontrol oleh legislatif. Akibatnya, segala kebijakan yang diinginkan harus diikuti DPR.  FH mengatakan hal itu
saat menjelang buka puasa bersama den‎gan wartawan di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6). (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

AS Hikam Usul Ketua MA Dipecat

AS Hikam: Dukung Jokowi, Golkar Bikin Gerah Parpol Lain

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.