Sabtu, 21 Mei 22

Hikam: Duet Ahok-Djarot Berpeluang Menang

Hikam: Duet Ahok-Djarot Berpeluang Menang
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat. (Foto: MI/Panca)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat politik Muhammad AS Hikam berpendapat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok paling pas berduet dengan Wakil Gubernur DKI yang juga Ketua DPP PDI-P, Djarot Saiful Hidayat, dalam Pilkada DKI 2017. Sebab, kata Hikam seperti dikutip dari tulisannya di blog The Hikam Forum, Jumat (13/8/2016), pasangan ini berprobabilitas atau berpeluang tinggi untuk menang.

Muhammad AS Hikam.
Muhammad AS Hikam.

Pandangan Hikam itu menanggapi tiga opsi dalam pengajuan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI yang diumumkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI-P Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (12/8).

Ketiga opsi itu PDI-P masuk dalam barisan pendukung Ahok dengan mengajukan Djarot sebagai cawagubnya. Opsi kedua  PDI-P mengajukan cagub hasil penjaringan yang dilakukan terhadap enam orang. Opsi ketiga PDI-P mengajukan cagub kejutan alias baru sama sekali di luar kedua opsi pertama dan kedua.

“Hemat saya, dari ketiga opsi tersebut hanya satu yang punya probabilitas tinggi untuk menang, yaitu opsi pertama. Dan karenanya ini adalah opsi yang  juga paling logis untuk diambil oleh partai berlambang banteng tersebut,” kata Hikam.

Pasalnya, lanjutnya, setelah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani atau Risma menolak jadi cagub, hanya Djarot sebagai cawagub Ahok yang merupakan pilihan kedua terbaik bagi PDI-P.

“Inilah opsi paling aman, serta tidak menguras terlalu banyak energi untuk pemenangan. Tambahan lagi secara politis opsi ini juga akan membantu menjamin dominasi PDI-P dalam perpolitikan di ibu kota, serta memperkuat tandem Ahok dengan Presiden Jokowi,” ujar dosen Universitas Presiden, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ini.

Sedangkan memilih opsi kedua, kata Hikam, sangat riskan bagi PDI-P. Karena calon-calon yang telah dijaring tampaknya masih belum meyakinkan jika bersaing dalam hal elektabilitas dan popularitas dengan Ahok.

Apabila PDI-P menampilkan calon-calon yang dijaring tersebut partai politik (parpol) ini akan kehilangan pengaruh dalam perpolitikan di DKI, kendati punya kursi di DPRD paling besar.

“Jika Ahok berhasil menang, maka ketiga parpol pendukungnya , Golkar, Hanura, dan Nasdem, yang akan meraup keuntungan politik dalam konstelasi politik pasca Pilkada DKI. PDI-P akan terancam terdegradasi di dalam percaturan politik DKI,” kata mantan Menteri Riset dan Teknologi ini.

Opsi ketiga, tutunya, adalah yang paling kecil untuk diambil PDIP, untuk tak mengatakan sebagai hil yang mustahal.

“Saya malah menganggap opsi itu hanya semacam sandiwara politik (political gimmick) PDI-P yg tujuannya untuk tak terlalu kehilangan muka di ranah publik,” tandasnya.

Menurutnya, secara riil dalam dalam kontestasi Pilkada DKI saat ini, semua calon potensial sejatinya telah beredar di ranah publik. Sehingga amat susah memunculkan calon yang bisa benar-benar bikin kejutan dan pada saat yang  sama punya kans memenangi Pilkada.

“Apakah PDI-P, misalnya, mau mengajukan Rizal Ramli (RR) sebagai calon kejutan? Saya rada pesimis, sebab sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari mantan Menko Maritim dan Sumber Daya ini tertarik untuk ikut terjun dalam kompetisi di Pilkada DKI. Lagi pula, setahu saya, RR rasanya bukan tipe orang yang akan mau menjadi petugas partai,” katanya. (@arif_rhakim)

Baca Juga:

PDI-P Bakal Dukung Ahok-Djarot?

Elektabilitas Tinggi Bukan Jaminan Kesuksesan Ahok

Pengamat: Tak Miliki Kedekatan Ideologis, Yusril Sulit Direkrut PDI-P

Pendukung Risma Pasang Spanduk ‘Robohkan Ahok yang Sombong’

Mengejutkan! Dhani Minta MUI Haramkan Ahok Masuk Masjid

Teman Ahok Akan Gelar Rekapitulasi Sejuta KTP

Teman Ahok Tidak Lagi Ngotot Ahok Harus Lewat Independen

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.