Sabtu, 20 Oktober 18

Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’ Libatkan Tiongkok

Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’ Libatkan Tiongkok
* Adegan film "Sara & Fei, Stadhuis Schandaal".

Jakarta, Obsessionnews.com – Film berjudul Sara & Fei, Stadhuis Schandaal akan tayang di bioskop mulai tanggal 26 Juli 2018 mendatang. Film yang berlatar belakang era kolonial dengan gaya kekinian yang mengusung  percintaan ini diproduksi perdana oleh XELA Pictures.

“Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal,” kata sutradara film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal Adisurya Abdy beberapa waktu lalu.

 

Baca juga: Berlatar Belakang Era Kolonial, ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’ Usung Kisah Percintaan

 

Siaran pers yang diterima Obsessionnews.com, Senin (23/7/2018) menyebutkan kolaborasi perdana antara XELA Pictures dengan sutradara Adisurya  ini melahirkan sebuah drama thriller dan misteri yang mampu menarik minat penonton  usia muda. Segmen ini disasar  karena merekalah (kaum muda) yang paling banyak datang ke bioskop.

“Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi. Sehingga memberikan generasi baru untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap,” papar sutradara era tahun 1980 an yang ngetop dengan film Roman Picisan, Macan Kampus, Asmara, dan Ketika Cinta Telah Berlalu.

Selain itu film ini juga mempunyai memperkenalkan kehidupan di Tiongkok dan di Indonesia. Hal tersebut agar bangsa di kedua negara saling memahami budaya masing-masing.

“Kita mesti memperkenalkan culture (budaya) kita ke China, dengan begitu bisnis akan berjalan dengan sendirinya,” ucap mantan Duta Besar Indonesia untuk China Soegeng Rahardjo.

Dengan kekuatan cerita produser film Sara & Fei, Stadhuis Schandaal Omar Jusma optimis film tersebut dapat meraup banyak penonton.

“Kami memasang bintang yang berpotensi dan memiliki karakter yang sesuai dengan film ini,” jelas Omar.

Film ini  menampilkan beberapa wajah baru, seperti Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin, Volland Volt dan Mikey Lie.

Film ini juga menghadirkan pemain pendukung yang sudah malang melintang di industri film yaitu Anwar Fuady, George Mustafa Taka, Rowiena Umboh, Rensy Millano, Tio Duarte, Septian Dwi Cahyo, Iwan Burnani, Julian Kunto, Aby Zabit El Zufri.

Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’ berkisah tentang mahasiswi, Fei (Amanda Rigby). Saat melakukan riset di kota tua Batavia untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Fei didatangi gadis blasteran Belanda-Jepang bernama Sara (Tara Adia).

Suatu hari, setelah pulang dari Shanghai, Fei kembali mendatangi gedung Museum Jakarta, yang terkenal dengan nama Museum Fatahilah. Dulunya, gedung ini adalah balai kota bernama Stadhuis.

Tiba-tiba Sara kembali muncul dan tanpa disadari membawa Fei masuk ke lorong waktu menuju abad 17, masa Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon memerintah Batavia. Dari sini cerita semakin menarik. penuh misteri dan pesan.

Demi meraih minat penonton di pasar Tiongkok, film ini mengambil lokasi syuting di dua negara yaitu Jakarta, Pangkalan Bun Kalimantan (Indonesia) serta Shanghai dan Ningbo (Tiongkok).

“Kami pun bermitra dengan perusahaan film dan distribusi film dari Tiongkok”, ungkap Pemilik XELA Pictures dan Produser Eksekutif Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal Alexander Sutjiadi. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.