Kamis, 26 Mei 22

Hermawan Sebut ASEAN Sebagai Poros Kekuatan Ekonomi Baru

Hermawan Sebut ASEAN Sebagai Poros Kekuatan Ekonomi Baru
* Acara ASEAN Marketing Summit di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (7/9/2017). (Foto : Kapoy/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Peringatan ke-50 berdirinya organisasi ASEAN bersamaan dengan peringatan ke-20 tahun ASEAN Plus Three yang merupakan bentuk kerjasama ASEAN dengan negara Jepang, Trongkok, dan Korea Selatan, MarkPIus, Inc. berkolaborasi dengan Philip Kotler Center for ASEAN Marketing menggelar The 3 ASEAN Marketing Summit (AMS) 2017. Acara ini mengangkat tema ”ASEAN & Indonesia: New Opportunities from the East”.

 

AMS 2017 merupakan platform untuk mempertemukan para akademisi dan praktisi terkemuka dari berbagai latar belakang industri dan perusahaan.

 

Salah satu pendiri Philip Kotler Center for ASEAN Marketing, Hermawan Kartajaya mengatakan bahwa ASEAN dimulai dari government to government (GZG), dilanjutkan dengan business to business (B2B) melalui kerjasama ekonominya, kemudian people to people (P2P) dengan semangat sosial dan budayanya, dan yang terakhir ialah Marketeers to Marketeers (MZM).

 

“Di mana ASEAN Marketing Summit ini digelar ke-tiga kalinya sebagai wadah nyata para marketeer di kawasan ASEAN untuk saling bertemu dan membahas isu aktual dalam ranah pemasaran terkini,” ujar Hermawan dalam sambutannya di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (7/9/2017).

 

Adapun delapan asosiasi internasional yang turut menghadiri AMS 2017 yakni, Asia Marketing Federation, China Council for the Promotion of International Trade, Marketing Association of Cambodia, Indonesia Marketing Association, Insitute of Marketing Malaysia, Myanmar Marketing Society, Philippine Marketing Association, Marketing Institute of Singapore, Marketing Association of Thailand, dan Vietnam Marketing Association.

 

Menurut Hermawan, ASEAN merupakan kontinen yang terus tumbuh dan berkembang serta patut diperhitungkan sebagai poros kekuatan ekonomi baru.

 

“ASEAN mewakili 6,2 % GDP dunia pada tahun 2016 atau hampir dua kali lipat bila dibanding pada tahun 1967 yang hanya mencapai 3,2% GDP dunia,” katanya.

 

Pada tahun 2016 sejak dimulainya ekonomi tunggal, GDP gabungan negara-negara ASEAN menempati peringkat enam terbesar dunia dan peringkat tiga di Asia dengan nilai total US$2,55 triliun atau empat kali lebih besar bila dibanding pada tahun 1999.

 

Untuk sekedar diketahui, AMS 2017 ini dimeriahkan dengan sesi seremoni pemberian penghargaan kepada berbagai perusahaan dari Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan yang telah mampu secara signifikan memajukan perekonomian dan turut mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.