Minggu, 26 Maret 23

Henry Husada Seorang Entrepreneur yang Pandai Melihat Peluang

Henry Husada Seorang Entrepreneur yang Pandai Melihat Peluang
* Henry Husada. (Foto: Sutanto/obsessionnews.com)

Obsessionnews.com – Sosok Henry Husada sebagai seorang entrepreneur tak perlu diragukan lagi. Betapa tidak, pria yang ramah dan selalu menebar aura positif ini memang pengusaha yang pandai melihat peluang.

Dia mengisahkan, ketika awal mula jalan tol Cipularang resmi beroperasi, ia melihat peluang bahwa akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Bandung, terutama dari Jakarta. Ia pun langsung memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka beberapa hotel di kota Bandung di bawah naungan KAGUM Group.

Dengan begitu, ia membantu membuka lapangan pekerjaan baru dan menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Henry mengisahkan, sebelum terjun menjadi seorang entrepreneur, ia sempat bekerja menjadi pegawai di beberapa perusahaan.

Lantas ia berpikir, jika ia terus-terusan menjadi pegawai dan tak mulai berwirausaha, maka ia hanya memikirkan diri sendiri sementara banyak orang di luar sana yang membutuhkan bantuannya, minimal dengan membantu menyerap tenaga kerja. Henry pun keluar dari zona nyaman dan memulai langkah baru, menjadi seorang entrepreneur.

“Saya ingin hidup saya bermanfaat bagi orang lain. Awalnya saya juga seorang pegawai, kerja sama orang. Tapi seiring berjalannya waktu, saya melihat bahwa saya harus menjadi seorang entrepreneur. Saya merenung dan berpikir, apakah betul hidup kita hanya seperti ini saja. Jadi saya memutuskan diri untuk menjadi entrepreneur, dengan tujuan agar bisa membantu banyak orang,” ujar Henry dikutip dari majalah Men’s Obsession, Senin (13/2/2023).

Benar saja, apa yang menjadi tujuan hidup Henry itu bukanlah omong kosong. Terbukti saat pandemi Covid-19 lalu di mana sektor pariwisata terpuruk termasuk hotel yang banyak memilih gulung tikar. Hebatnya, Henry tak melakukan pengurangan karyawan.

Meski diakuinya masa-masa pandemi tersebut merupakan masa yang cukup berat baginya lantaran berimbas pada bisnisnya. Namun Henry menegaskan ia tak melakukan pengurangan karyawan, sebab ia masih memiliki hati nurani dan memikirkan nasib para karyawannya. Kembali ia teringat apa tujuan hidupnya, apa tujuan ia menjadi seorang entrepreneur, yaitu ingin hidup
bermanfaat bagi orang lain. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.